GP Ansor Kutuk Aksi Kekerasan Atas Nama Agama di India
NU Online · Kamis, 27 Februari 2020 | 10:15 WIB
Menurut Yaqut, aksi kekerasan kibat bentrokan yang dipicu protes menentang Undang-undang Kewarganegaraan (CAA) di New Delhi menyebabkan puluhan orang tewas dan ratusan korban luka itu akhirnya berubah menjadi aksi kekerasan antaragama.
“Kami mengutuk aksi kekerasan dan kebiadaban atas nama agama yang terjadi di India. Dilaporkan, akibat aksi ini sejumlah umat Muslim melarikan diri dari rumah-rumah mereka. Beberapa masjid di ibu kota India juga hancur setelah diserang oleh kelompok Hindu. Kami meminta dengan keras pemerintah dan aparat keamanan India untuk segera meredam aksi kekerasan yang terjadi agar tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih parah,” tegas Gus Yaqut, sapaan akrabnya, Kamis (27/2).
Gus Yaqut juga mendesak pemerintah Indonesia untuk melakukan protes keras terhadap pemerintah India yang dianggap tidak bisa melindungi warga muslim di India.
“Saya juga menyerukan kepada seluruh umat muslim di Indonesia untuk tetap tenang, menjaga kondusivitas dan kerukunan antarumat beragama yang sudah berjalan baik selama ini di Indonesia,” katanya.
Dia mengatakan, makin seringnya tindakan kekerasan atas nama agama belakangan ini harus perhatian semua pihak.
“Sekali lagi, apa pun bentuk tindakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah, akan selalu menimbulkan masalah baru. Dialog adalah jalan terbaik dalam setiap penyelesaian masalah antara kelompok yang bertikai,” pungkasnya.
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
3
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
4
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
5
Kemenhaj Cabut Izin KBIHU Al-Fatah karena Palsukan Data Dam dan Badal Haji
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua