Gus Aiz: Pagar Nusa Memiliki Api Semangat Pangeran Diponegoro
NU Online · Ahad, 29 Maret 2015 | 10:01 WIB
Semarang, NU Online
Ribuan pendekar pencak silat NU Pagar Nusa dari Jawa Tengah dan berbagai penjuru tanah air mengikuti apel akbar untuk kesetiaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di lapangan Simpang Lima Semarang, Ahad (29/3). Kegiatan ini sekaligus menjadi penghujung rangkaian kegiatan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang dimulai di pesantren Az-Zuhri Semarang. <>
Ketua Umum Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa H Aizzudin Abdurrahman dalam apel akbar itu menegaskan, Pagar Nusa merupakan pagarnya NU dan bangsa Indonesia. Pagar Nusa juga selalu siap sedia menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI.
“Pendekar Pagar Nusa menjadi penyambung kemerdekaan NKRI saat ini. Kita juga harus menyadari penuh bahwa kita pewaris sah negara ini,” tandas Gus Aiz, panggilan akrab Aizzudin Abdurrahman.
Ditambahkan, Pagar Nusa mewarisi ajaran yang dibawa Wali Songo dalam mendakwahkan Islam dengan santun, amar ma’ruf bil ma’ruf mengajak kepada Islam dengan cara yang baik, tidak berbuat kekerasan dalam mengajak Islam.
“Selain Wali Songo kita juga memilki api semangat pangeran Diponegoro yang kita bisa melihatnya tampak pada sesosok KH. Wahab Hasbullah. Api jihad Resolusi Jihad juga menjadi bagian semangat yang mendorong kita untuk menampilkan Islam yang ramah,” katanya.
Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa mengambil tema “Pagar Nusa Menjadi Benteng NKRI dari Ancaman Radikalisme dan Terorisme”..
Terkait berkembangnya radikalisme di Indonesia, terutama kelompok ISIS, pimpinan pusat Pagar Nusa meminta adanya tindakan tegas dari pemerintah. Ditegaskan, ISIS yang mengatasnamakan agama Islam untuk melakukan terorisme itu tidak dapat dibenarnkan.
Menurut Gus Aiz, point yang menjadi salah satu hasil dari Rapimnas adalah meminta persatuan bangsa-bangsa (PBB) untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat deradikalisasi. (M. Zulfa/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
3
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
4
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
5
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
6
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
Terkini
Lihat Semua