Gus Yahya Tekankan Pentingnya Pesantren Lakukan Transformasi ke Sistem Global
NU Online Ā· Rabu, 8 Januari 2025 | 19:45 WIB
Ketum PBNU Gus Yahya dalam Seminar Nasional Pra-Kongres Pendidikan di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada Rabu (8/1/2025). (Foto: TVNU/Jun)
Achmad Risky Arwani Maulidi
Kontributor
Yogyakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menekankan pentingnya pesantren melakukan transformasi agar terintegrasi ke sistem global.
Menurutnya, pesantren di masa sekarang harus melakukan transformasi. Sikap ini diperlukan lantaran saat ini adalah masa globalisasi, sehingga diperlukan jawaban jernih untuk menghadapi ragam tantangan terkait pendidikan pesantren dalam skala internasional.
āSemua hal yang menjadi keluhan kita hari ini tentang pesantren, ini persoalannya adalah bagaimana pesantren terintegrasi ke dalam sistem modern,ā ujar Gus Yahya saat menghadiri Seminar Nasional Pra-Kongres Pendidikan di UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, pada Rabu (8/1/2025).
Gus Yahya menjelaskan bahwa transformasi pesantren adalah peralihan dari model tradisional ke dalam sistem global yang lebih universal. Transformasi semacam ini meniscayakan penentuan akan hal-hal yang perlu dipertahankan dan dibutuhkan pesantren.
Baca Juga
Memahami Hakikat Pondok Pesantren
āKemudian kita kan harus berpikir mana yang harus dipegangi? Jangan sampai hilang, tapi bagaimana kita pada saat yang sama bisa berintegrasi ke dalam sistem untuk memperoleh insentif-insentifnya,ā jelas Gus Yahya.
Ia menegaskan, integrasi pesantren merupakan sebuah tuntutan zaman. Karena itu, Gus Yahya mengajak para kiai, bu nyai, dan akademisi untuk memikirkan langkah yang patut dilakukan untuk mengintegrasikan pesantren ke ranah global.
āSemua sekarang di masa globalisasi ini kita tidak punya pilihan lain selain mengintegrasikan diri ke dalam sistem global. Ini harus kita pikirkan, bagaimana pesantren kemudian posisinya ada di tengah-tengah konteks realitas ini,ā ajaknya.
Sementara itu, Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Noorhaidi Hasan mengungkapkan bahwa instansi yang dipimpinnya merupakan bagian dari pesantren di Indonesia.
Ia mengatakan bahwa hal ini ditandai dengan riwayat kerja sama yang dijalin UIN Sunan Kalijaga dengan pesantren-pesantren sekitar, mulai dari penamaan gedung-gedung hingga kiprah KH Ali Maksum Krapyak di kampus itu.
āArtinya memang kerja sama antara UIN, kiai dan pesantren tidak bisa dipisahkan sejak lama,ā katanya.
Noorhaidi berharap, kerja sama antara PBNU dengan UIN Sunan Kalijaga tidak berhenti dalam seminar kepesantrenan saja, tetapi ia mengaku bersedia untuk berkolaborasi dalam memperbaiki sistem pendidikan. Hal ini lantaran pesantren menjadi pilar penting bagi pendidikan Islam.
āKarena pesantren adalah pilar penting dari pendidikan Islam, yang tidak terpisahkan dari pendidikan di Indonesia,ā jelasnya.
Acara bertema Transformasi Pesantren: Merawat Spiritualitas untuk Kemajuan Pendidikan Pesantren ini menghadirkan Aāwan PBNU Nyai Ida Fatimah Zainal, Ketua Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) PBNU KH Hodri Arief, Prof Machasin, serta sivitas akademika UIN Sunan Kalijaga. Acara ini juga diikuti secara daring oleh 110 peserta dari unsur pimpinan pesantren, serta RMI PWNU dan PCNU se-Indonesia.
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua