Imam Besar Istiqlal: Visi Misi Aswaja NU Mengindonesia
NU Online · Rabu, 7 Januari 2015 | 03:01 WIB
Jember, NU Online
Iamam Besar Masjid Istiqlal, Jakarta KH Ali Musthofa Ya’qub menegaskan bahwa Nahdaltul Ulama merupakan organisasi Ahlussunah wal Jamaah khas Indonesia. Sehingga NU senantiasa selaras dengan visi-misi besar bangsa Indonesia.
<>
Menurut Rais Syuriyah PBNU pada diskusi dengan PCNU Jember pada (5/1) tersebut, sejak awal NU memang sudah mengindonesia. Hal itu bisa dilihat dari keterlibatan dalam perjungan kemerdekaan, penerimaan aaas tunggal Pancasila hingga berbagai peristiwa kebangsaan. "NU itu ciri khas Islam Ahlussunnah wal Jama'ah di Indonesia," ujarnya.
Kiai yang ahli hadits ini menambahkan, di negara-negara lain, banyak organisasi yang amaliahnya sama dengan yang dianut NU, misalnya di Malaysia, Thailand bahkan Rusia.
Meskipun ada kesamaan dari sisi amaliah, kata dia, itu bukan NU. "Saya lihat di Rusia, cara ibadahnya orang-orang Islam sana, sama dengan NU juga. Tapi bukan NU. NU Indonesia tidak sekedar diikat oleh kesamaan amaliah tapi juga diikat oleh emosional, bahkan politik," jelasnya.
Dewasa ini, lanjut dia, organisasi yang berlabel Ahlussunnah wal Jama'ah banyak bermunculan, termasuk di Indonesia. Namun mereka belum tentu sama dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah versi NU. Yang ada, bahkan mereka kerap mencaci maki NU.
"Ya, kalau ingin tahu persis Ahlussunnah wal Jama'ah versi NU Indonesia, ya kita wajib membaca kitab-kitab Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy'ari. Kitab-kitab beliau juga diakui kehebatannya oleh ulama-ulama di Mekah," ucapnya.
Diskusi tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh NU, diantaranya Rais Syuriah PCNU Jember, KH Muhyiddin Abdusshomad, Katib Syuriyah MN. Harisuddin, Wakil Ketua PCNU, KH Misbahus Salam. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
5
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
6
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
Terkini
Lihat Semua