Nasional

Panitia Munas dan Konbes NU Matangkan Materi dan Perluas Partisipasi Publik Jelang Muktamar

NU Online  ·  Rabu, 13 Mei 2026 | 21:00 WIB

Panitia Munas dan Konbes NU Matangkan Materi dan Perluas Partisipasi Publik Jelang Muktamar

Rapat panitia Muktamar ke-35 NU di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Foto: NU Online/Suci)

Jakarta, NU Online

Sekretaris Steering Committee Munas-Konbes dan Muktamar ke-35 NU, Mohammad Nuh, menegaskan bahwa pelaksanaan Muktamar NU pada Agustus 2026 telah disepakati dan tidak lagi menjadi perdebatan di internal organisasi.


“Alhamdulillah, Muktamar sudah disepakati. Sudah tidak ada dispute lagi tentang kapan pelaksanaan Muktamar. Insyaallah Agustus 2026,” ujar Nuh kepada NU Online usai rapat panitia Muktamar ke-35 NU di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, Rabu (13/5/2026).


Menurut Nuh, untuk mewujudkan Muktamar yang berkualitas, sejuk, dan bermartabat diperlukan tahapan persiapan yang matang, salah satunya melalui Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU.


“Itulah yang kita bahas tadi. Waktunya, insyaallah, sudah ada guidance,” katanya.


Prof Nuh menjelaskan, terdapat tiga isu besar yang harus segera disiapkan panitia menjelang Munas-Konbes dan Muktamar. Pertama, terkait materi dan substansi yang akan dibahas.


“Oleh karena itu, kita harus bergerak cepat, baik menyiapkan materi maupun menghimpun berbagai masukan,” jelasnya.


Ia menekankan pentingnya partisipasi luas dari lembaga-lembaga NU, PWNU, PCNU, hingga masyarakat umum dalam merumuskan isu-isu strategis bagi masa depan NU.


“Tidak hanya dari lembaga kita sendiri, perguruan tinggi apa pun juga boleh memberikan pandangan tentang apa yang harus kita siapkan. Sehingga di ranah publik, diskursus tentang materi itu menjadi kuat,” ujarnya.


Nuh juga menegaskan bahwa proses menuju Muktamar tidak boleh bersifat top down. Ia mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen NU hingga komunitas masyarakat lainnya.


“Kita harus menggerakkan PCNU, tidak boleh top down. Justru partisipasi dari PW, PC, sampai masyarakat dan komunitas lain juga kita welcome,” tegasnya.


Menurut Nuh, aspek teknis pelaksanaan juga menjadi perhatian penting. Namun, yang paling utama adalah memastikan Munas-Konbes dan Muktamar mampu melahirkan produk strategis yang memberi kemanfaatan besar bagi NU ke depan.


“Karena sekarang kita berada pada titik potong, akhir abad pertama dan awal abad kedua,” katanya.


Menurutnya, fase peralihan tersebut menjadi momentum krusial untuk memastikan ruh perjuangan NU sejak didirikan pada 1926 tetap tersambung hingga masa kini. Ruh tersebut, lanjutnya, termuat dalam Qonun Asasi dan nilai-nilai kemaslahatan yang menjadi dasar perjuangan NU.


“Cara perkhidmatan kita bisa jadi berubah, tetapi esensinya tidak berubah, yaitu untuk kemaslahatan. Kemaslahatan pada zaman sebelum digital dengan era digital tentu memiliki gaya yang berbeda,” jelasnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang