Indonesia Siapkan Dua Pesawat Antisipasi Kondisi Jamaah Umrah Dampak Konflik Timteng
NU Online · Rabu, 4 Maret 2026 | 08:00 WIB
Suci Amaliyah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan dua pesawat Garuda Indonesia sebagai langkah antisipatif jika eskalasi konflik di Timur Tengah meningkat dan berdampak pada jamaah umrah Indonesia yang masih berada di Arab Saudi.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut, hingga saat ini terdapat jamaah umrah yang tertahan karena penerbangan transit terganggu imbas meningkatnya ketegangan konflik Timteng.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Garuda Indonesia agar menyiapkan dua pesawat yang standby untuk mengantisipasi jika eskalasi konflik meningkat,” ujar Dahnil saat Konsolidasi Perhajian dan Umrah di Grand El Hajj, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Selasa (3/3/2026).
Kemenhaj bersama Kemenlu terus memantau perkembangan situasi dan melakukan pendataan terhadap seluruh jamaah yang masih berada di Arab Saudi, baik di Makkah maupun Madinah.
"Langkah ini bertujuan memastikan seluruh jamaah dapat kembali ke Tanah Air dengan aman dan tepat waktu," jelas Dahnil.
Selain menyiagakan dua pesawat untuk skema darurat, pemerintah juga meminta Garuda menambah jumlah armada penerbangan reguler untuk mengangkut jamaah umrah yang akan pulang.
"Kami minta Garuda menambah jumlah pesawat agar jamaah yang tadinya menggunakan maskapai asing dan kini kesulitan tiket bisa segera kembali dengan harga yang terjangkau,” katanya.
Dahnil menambahkan, saat ini pemerintah juga telah mengeluarkan imbauan penundaan keberangkatan bagi jamaah umrah yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat.
Kebijakan itu didasarkan atas rekomendasi Kemenlu sebagai upaya preventif menjaga keselamatan warga negara Indonesia di kawasan konflik.
"Potensi eskalasi meningkat itu tinggi sekali. Karena itu kami sarankan jamaah yang belum berangkat untuk menunda sementara sampai situasi lebih kondusif,” jelasnya.
"Keluarga yang anggota keluarganya masih di Tanah Suci jangan khawatir. Negara hadir. Tim kami dan Kemenlu standby 24 jam di semua terminal di Tanah Suci untuk memastikan keamanan jamaah,” tegas Dahnil.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua