Jakarta, NU Online
Aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Donal Fariz, mengatakan korupsi akan susah dan terus menerus terjadi bukan karena tidak ada aturan, larangan, serta undang-undangnya, namun karena kultur masyarakatlah yang terbiasa menyuburkan akar-akar tindakan korupsi.
“Masyarakat biasa hanya pakai helm karena takut polisi. Padahal mestinya kultur yang dipakai adalah memakai helm karena menaati aturan lalu lintas. Beda dengan Jepang misalnya, masyarakatnya akan malu melanggar aturan lalu lintas dan aturan lainnya, ada atau tidak ada polisi akan taat hukum,” kata Donal pada Seminar Hari Antikorupsi Internasional, Kamis (14/12) di Graha PB PMII, Salemba, Jakarta Pusat.
Contoh sederhana lainnya saat mengurus administrasi di kelurahan, masyarakat terbiasa memberikan uang tip kepada petugas.
“Agar urusan lebih cepat dan nggak enak kalau nggak memberi. Aturannya pembuatan surat-surat yang selesai tiga hari, jadi dua jam tiga jam,” papar Donal.
Menurut Donal hal itulah yang akan merusak sistem, karena petugas kemudian terbiasa menerima tip, dan bila ada masyarakat yang tidak memberi uang tip saat mengurus surat-surat, akan dianggap pelit.
“Petugas kalau menghadapi masyarakat yang tidak memberi tip saat mengurus surat-surat, akan bilang, biasanya segitu Pak. Akhirnya masyarakat pun membiasakan memberi tip. Dan masyarakat yang bertindak benar degan tidak memberi tip, bisa-bisa tidak dilayani,” ujarnya.
Demikian juga di sekolah, kata Donal, orangtua siswa akan memberikan hadiah tertentu kepada guru dari anak-anaknya.
Pada seminar bertema Tuntaskan Korupsi, Selamatkan Rakyat dan Institusi Negara yang digagas PB PMII, Donal sengaja memberikan gambaran kecil yang terjadi sehari-hari di masyarakat.
Contoh-contoh kecil itu menjadi miniatur dari lingkup yang lebih besar. Saat lelang pengadaan barang dan jasa, misalnya peserta lelang memberikan hadiah kepada penyedia lelang, agar pengajuannyalah yangditerima. Demikian juga di partai politik, pejabat publik memberikan setoran lebih dulu kepada partai politik.
Oleh karenanya, Donal menegaskan untuk pencegahan korupsi, setiap individu masyarakat harus menertibkan diri dengan tidak meneruskan kebiasan-kebiasaan yang menjadi akar terjadinya korupsi. (Kendi Setiawan)