Peringati Hari Santri 2026, 62 Pasangan Santri Ikuti Nikah Massal dan Dapat Modal Usaha
NU Online · Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:30 WIB
Semarang, NU Online
Sebanyak 62 pasangan calon pengantin dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah mengikuti program nikah massal bertajuk Bimas Islam Pak Yai Bu Nyai Mantu Santri di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Rabu (21/10/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama RI berkolaborasi dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) PWNU Jawa Tengah dalam rangka memperingati Hari Santri 2026.
Selain memfasilitasi pelaksanaan akad nikah, kegiatan tersebut juga memberikan pembekalan kehidupan rumah tangga serta dukungan modal usaha dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah untuk membantu para pengantin memulai kehidupan berkeluarga.
Wakil Menteri Agama KH Muhammad Syafii mengatakan, program Nikah Akbar merupakan salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin melangsungkan pernikahan secara sah menurut agama dan negara.
Menurutnya, fasilitasi pernikahan tidak hanya mempermudah pelaksanaan akad nikah, tetapi juga membantu pasangan dalam memenuhi kebutuhan administrasi kependudukan.
“Nikah akbar, alhamdulillah hari ini ada 62 pasangan. Program ini tentu secara administrasi memberikan kemudahan bagi pasangan yang mau menikah dan juga memberikan akses bagi kelanjutan administrasi bagi anak-anak yang dilahirkan dari pernikahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa kemudahan administrasi menjadi salah satu perhatian pemerintah agar masyarakat yang ingin menikah tidak terkendala berbagai persyaratan yang harus dipenuhi.
Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung kemandirian ekonomi pasangan pengantin melalui bantuan modal usaha.
“Bukan saja kemudahan proses administrasi tapi juga diberikan awal modal bagi mereka untuk usaha mandiri setelah mereka berkeluarga,” ujarnya.
Syafii berharap dukungan tersebut dapat menjadi bekal awal bagi pasangan pengantin dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengembangkan usaha mandiri.
Wamenag menjelaskan, program Nikah Akbar tidak hanya diselenggarakan di Jawa Tengah. Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan dua kali di Jakarta dan dilanjutkan di Bogor.
Pemerintah juga merencanakan penyelenggaraan kegiatan tersebut di sejumlah daerah lain, termasuk Maluku dengan sasaran 500 pasangan pengantin.
"Program akan terus dikembangkan untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan fasilitasi pernikahan," katanya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah ingin memberikan kemudahan bagi masyarakat yang memiliki niat membangun rumah tangga, tetapi menghadapi berbagai keterbatasan.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI Abu Rokhmad juga menekankan pentingnya pembekalan bagi pasangan calon pengantin agar memiliki kesiapan membangun keluarga.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan manfaat nyata kepada masyarakat sekaligus mengedukasi pasangan calon pengantin agar dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujarnya.
Menurutnya, pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan keluarga, selain dukungan administrasi dan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Meutia Farida Hatta mengingatkan pentingnya membangun keluarga yang berlandaskan ketenteraman, cinta, dan kasih sayang sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Ar-Rum ayat 21.
Menurutnya, ketahanan keluarga merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri. Keduanya harus saling menghormati, menjalankan kewajiban, serta terlibat aktif dalam mendidik anak.
“Upaya membangun keluarga yang kuat merupakan tanggung jawab bersama antara suami dan istri, bukan hanya dibebankan kepada salah satu pihak,” demikian pesan yang disampaikan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Menteri Agama KH Muhammad Syafii, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Direktur Jenderal Bimas Islam Kemenag RI Abu Rokhmad, Ketua Baznas Jawa Tengah Ahmad Daroji, serta Ketua RMINU PWNU Jawa Tengah KH Ahmad Fadlullah Turmudzi.
Melalui program Bimas Islam Pak Yai Bu Nyai Mantu Santri, pemerintah bersama RMINU PWNU Jawa Tengah berharap para pasangan pengantin dapat memulai kehidupan rumah tangga dengan bekal pemahaman agama, kesiapan menjalankan tanggung jawab keluarga, serta dukungan ekonomi untuk mewujudkan keluarga yang mandiri dan sejahtera.
Terpopuler
1
PBNU Rilis Twibbon Hari Santri 2026, Unduh Linknya di Sini
2
KH Syukron Makmum dan Daarul Rahman-nya
3
Ketum GP Ansor: Keteladanan KH Abbas Buntet Layak Diabadikan sebagai Pahlawan Nasional
4
Akhir Perang AS-Israel Versus Iran
5
Masyarakat Sipil Gelar Aksi di Tugu Proklamasi dan Tugu Tani Besok, Soroti Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
6
Karhutla Belum Reda, Rais Aam PBNU Ajak Masyarakat Terus Berdoa agar Musibah Segera Berakhir
Terkini
Lihat Semua