Jakarta, NU Online
Orang Iran membaca Islam yang berkembang di Indonesia dari sumber-sumber yang ditulis para orientalis. Oleh karena itu, orang Iran menyadari ada kemungkinan pemahaman mereka atas Islam Indonesia tidak tepat.
<>
Demikian dinyatakan Atase Kebudayaan Republik Islam Iran Muhammad Ali Rabbani, saat bertemu dengan Agus Sunyoto di Jakarta, Kamis (20/12). Ali Rabbani mengatakan bahwa kondisi seperti itu dikarenakan minimnya buku-buku yang ditulis Intelektual yang diterjemahkan ke dalam bahasa Persia ataupun bahasa Arab.
"Kami tidak punya banyak rujukan yang meyakinkan tentang Islam Indonesia, karena kebanyakan bacaan kami dari para orientalis. Oleh karena itu, kami menyambut dengan baik buku Atlas Walisongo yang ditulis Agus Sunyoto. Beliau orang Indonesia dan menulis Islam di negerinya dari sumber awal. Kami berminat menerjemahkan dan disebarkan di Iran," Ali Rabbani memaparkan.
Dia juga menyatakan bahwa buku Agus Sunyoto memiliki persamaan dengan pemikiran orang Iran, tentang tasawuf, tentang nilai-nilai kebudayaan. "Orang Iran perlu tahu buku tersebut," tegasnya.
Sementara itu, Agus Sunyoto menyatakan bahwa buku Atlas Walisongo ingin menunjukkan watak Islam Indonesia, yakni menghargai lokalitas-lokalitas yang beragam.ÂÂ
"Penghargaan pada lokalitas yang beragam ini tidak ada di negeri lain. Itu watak utama Islam kita yang sangat penting. Watak itu yang menyababan Islam Indonesia kenyal dari ajaran-ajaran dari luar," jelasnya.
"Kalau ajaran dari luar datang, mereka harus beradaptasi, jika tidak masyarakat akan menolak," tambah Agus Sunyoto yang juga menulis dalam bidang sastra.
Penulis: Hamzah Sahal
Terpopuler
1
Para Kiai Sepuh Sarankan Presiden Prabowo Tindak Tegas Pejabat yang Ikut Campur Muktamar Ke-35 NU
2
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
3
Khutbah Jumat: Bulan Maulid, Kembali Membaca Sirah Nabawiyah untuk Diteladani
4
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
5
Khutbah Jumat: Mengambil Teladan dari Model Kepemimpinan Nabi
6
Khutbah Jumat: Ketika Manusia Merusak Alam, Saatnya Meneladani Rasulullah Saw
Terkini
Lihat Semua