Kendal, NU Online
Hanya ukhuwah Islamiyah saja tak akan cukup untuk mempersatukan umat Islam, tetapi harus dilengkapi pula dengan wawasan kebangsaan.
<>
Demikian dikatakan Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siroj saat memberikan tausiyah pada acara peringatan ke-92 harlah NU di GOR Bahurekso Sakti Kendal, Ahad (10/5).
Dicontohkan oleh Kiai Said, negara seperti Afganistan, Somalia, dan negara-negara Timur Tengah lainnya mereka adalah negara dengan penduduk Muslim. Mazhabnya juga sama-sama sunni tetapi yang terjadi mereka justru bertikai terus tidak pernah ada kedamaian diantara umat Islam di sana.
Kondisi ini menurut Kiai Said sangat berbeda dengan di Indonesia. Indonesia dengan berbagai macam agama dan bermacam mazhab dalam Islam semuanya bisa hidup rukun dan berdampingan serta tidak ada pertumpahan darah antar pemeluk agama apalagi sesama umat Islam.
Hal ini terjadi karena KH Hasyim Asy'ari dan ulama Nusantara lainnya tidak hanya berpegang pada ukhuwah islamiyah tetapi juga berpedoman kepada ukhuwah wathoniyah sehingga umat Islam memiliki wawasan kebangsaan yang kuat. Oleh karenanya tidak heran jika Islam yang berkembang di Indonesia adalah Islam yang damai dan rahmatan lil alamin.
"Sekarang sudah saatnya Islam di Indonesia menjadi kiblat Islam di dunia bukan Irak atau Suriah," tegas Kiai Said. (fahroji/mukafi niam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
Terkini
Lihat Semua