Jaga Keutuhan NKRI, Ketum PBNU: Waspada, Sel Terorisme Masih Hidup
NU Online · Sabtu, 25 September 2021 | 23:00 WIB
Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj pada pembukaan Munas-Konbes NU, Sabtu (25/9/2021). (Foto: NU Online/Suwitno)
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Umum (Ketum) Pengungurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Kiai Said Aqil Siroj menyampaikan potensi ancaman sosial-politik dalam negeri adalah nyata. Selain masyarakat yang menitikkan pusat kewaspadaan terhadap Covid-19 yang terus bermutasi dan gelombang ketiga yang diprediksi berkemungkinan terjadi, warga bangsa diminta dapat mengenali sinyal-sinyal sel terorisme.
"Selain waspada terhadap mutasi virus SARS-CoV-2, kita semua juga tidak boleh lengah dengan potensi ancaman sosial politik dalam negeri," ujar Kiai Said saat menyampaikan sambutan di acara Munas-Konber NU 2021, Sabtu (25/9/2021) di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta.
Dijelaskan Kiai Said, sel terorisme sendiri diketahui masih aktif dalam melakukan rekrutmen melalui fasilitas internet dan media sosial. Mereka menggencarkan kegiatan fundraising untuk kepentingan kelompoknya yang berkedok penggalangan dana kemanusiaan.
"Mereka juga menyalahgunakan kotak-kotak amal untuk merekrut generasi muda atau kaum milenial," ujar pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al Tsaqafah Ciganjur, Jakarta Selatan tersebut.
Melansir dari Kompas, kasus serupa terjadi di Bekasi. Terduga teroris dari jaringan Jamaah Islamiah (JI) yang juga merupakan karyawan Kimia Farma berhasil diringkus Densus 88 di Bekasi. Terduga teroris tersebut berperan sebagai anggota fundraising, yang menjadi penggalang dana untuk Perisai Nusantara Esa.
Sejalan dengan kinerja aparat yang telah menangani, NU sangat mengapresiasi atas upaya pelumpuhkan sel-sel JI (Jamaah Islamiyah) dan JAD (Jama’ah Anshorut Daulah), yakni dengan menangkap Abu Rusydan dan menembak mati Ali Kalora. "Ini bagian dari ikhtiar melindungi jiwa dan raga bangsa Indonesia dari ancaman terorisme dan paparan ideologi jihadis," terang Kiai Said.
Selain tindak tersebut, NU turut mendesak Pemerintah untuk menindak tegas aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Penyerangan tenaga kesehatan (nakes) yang bermula dari kontak senjata antara personel TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB ini berujung pada aksi pembunuhan dan penganiayaan nakes di sana.
"Negara tidak boleh kalau oleh aksi brutal kelompok kriminal yang telah menyerang dan membunuh aparat keamanan, membakar Puskesmas, dan merusak Kantor Bank, gedung Sekolah Dasar, dan Pasar Kiwirok, Papua," terang Kiai kelahiran Cirebon itu.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Diduga Tertipu Program MBG, 13 Pengasuh Pesantren Minta Pendampingan ke LBH Ansor
2
Pelaku Pelecehan Santriwati di Pati Sudah Dinonaktifkan
3
Jadwal Puasa Sunnah Selama Mei 2026
4
KPAI Desak Proses Hukum Tegas Kekerasan Seksual terhadap 17 Santri di Ciawi Bogor
5
Hari Buruh 2026: Prabowo Wacanakan Penurunan Potongan Aplikator Ojol hingga di Bawah 10 Persen
6
10 Tuntutan BEM SI dalam Aksi Hari Pendidikan Nasional 2026 di Jakarta
Terkini
Lihat Semua