Jelaskan Hukum Muamalah, Gus Ulil: Semuanya Dibolehkan Selama Tidak Ada Larangan
NU Online Ā· Selasa, 27 Desember 2022 | 12:15 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU), KH Ulil Abshar Abdalla, menjelaskan hukum asal dalam fiqih muamalah adalah segala hal bersifat mubah atau dibolehkan selama tidak ada dalil yang mengharamkannya.
āDasar-dasar yang penting dalam fiqih muamalah ini salah satunya bahwa dalam muamalah, kaidah dasarnya adalah segala hal dibolehkan selama tidak ada larangan,ā kata Gus Ulil dalam Halaqah Fiqih Peradaban yang digelar di Aula Lantai 8 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (26/12/2022).
Hal ini bersandar pada kaidah āAl ashlu fil muaāmalati al ibahahā yang menjadi landasan bahwa dalam menentukan hukum berkaitan dengan urusan muamalah adalah boleh kecuali ada dalil yang melarang.
Ā
āJadi, dasar berpikirnya bukan apakah agama memerintahkan ini atau tidak? Karena ini cara berpikir yang berkembang di sebagian kalangan muslim perkotaan sekarang. Ketika mereka berhadapan dengan sesuatu, mereka menanyakan dalilnya,ā terang dia.
Cara berpikir demikian, dinilainya āsangat tidak fiqihā. Dalam konteks interaksi sosial, ia mengutarakan bahwa berpikir secara fiqih adalah dengan tidak berorientasi pada menanyakan dalil, tetapi mencari adanya larangan mengenai suatu hal terlebih dahulu.
āKarena kalau menanyakan ada dalil, ketika agama seolah-olah tidak memerintahkan hal itu maka kita tidak melakukannya. Padahal, cara berpikir fuqaha tidak begitu. Cara mereka berpikir adalah kalau ada hal-hal yang bersifat muamalah itu selama tidak ada larangan, fine, go ahead,ā jabarnya.
Ia menambahkan, tidak adanya dalil di dalam hal spesifik merupakan dalil bahwa hal tersebut dibolehkan. Tidak adanya larangan adalah bukti bahwa ia boleh.
āDi dalam merumuskan hal-hal yang terkait masalah muamalah di dalamnya soal peradaban juga masuk maka kita mengambil ke dasar ini,ā ucap Gus Ulil.
Ia menilai, fiqih muamalah sebagai cabang keilmuan dengan peranan penting, sebab menyangkut interaksi kehidupan antarindividu. Dalam fiqih muamalah kita bisa berbicara mengenai banyak hal.
Ia bahkan menyebutkan bahwa Wakil Rais āAam PBNU, KH Afifudin Muhajir, di banyak kesempatan mengemukakan bahwa muamalah adalah bidang besar dalam fiqih.
āFiqih peradaban bagian dari kategori besar yang disebut dengan muamalah. Muamalah ini membahas interaksi antamanusia,ā pungkasnya.
Pewarta: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara
2
Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan
3
Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026
4
Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung
5
Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah
6
Andy Burnham Resmi Dilantik Jadi Perdana Menteri Inggris, Gantikan Keir Starmer
Terkini
Lihat Semua