Jenazah KH Ahmad Bagdja Dishalatkan di Masjid PBNU
NU Online · Kamis, 6 Februari 2020 | 04:10 WIB
Shalat jenazah dilaksanakan tiga gelombang. Gelombang pertama dipimpin Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, gelombang kedua dipimpin Rais 'Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, dan gelombang ketiga dipimpin Munawar Fuad.
Seusai shalat jenazah dilanjut dengan pembacaan tahlil, kemudian doa yang dipimpin KH Miftachul Akhyar. Setelah itu penyampaian kesaksian dari orang-orang terdekat almarhum.
Shalat jenazah ini diikuti Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009 dan 2014-2019 Jusuf Kalla, sejumlah pengurus harian PBNU, para akktivis PMII, dan karyawan PBNU.
Setelah dishalatkan, jenazah rencananya langsung dibawa ke Cirebon untuk dimakamkan di Desa Sindang Laut, Lemah Abang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Sebagai informasi, Ahmad Bagdja lahir di Kuningan Jawa Barat 1945. Pernah menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa IKIP Jakarta, dan Ketua Badan Koordinasi Senat-senat Mahasiswa IKIP se-Indonesia (1970).
Kiai Bagdja juga pernah menjadi Ketua Umum Pengurus Besar PMII (1977-1981), Wakil Sekjen PBNU (1984-1989 dan 1989-1994), dan Sekjen PBNU pada periode kepengurusan Gus Dur yang kedua (1989-1994). Beliau juga merupakan tokoh sentral Kelompok Cipayung.
Kiai Bagdja menghembuskan nafas terakhir di Jakarta Medical Center sekitar pukul 01.09 WIB, Kamis (6/2).
Pewarta: Husni Sahal
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
2
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Profil KH Nurul Huda Djazuli Ploso, Anggota Ahwa yang Fokus Belajar dan Mengajar
Terkini
Lihat Semua