Karnaval dan Gebyar Shalawat Akan Meriahkan Munas-Konbes NU 2020
NU Online · Selasa, 3 Maret 2020 | 13:45 WIB
Ketua Panitia Daerah Munas-Konbes NU 2020 KH Mohammad Sholahuddin Fatawi menyatakan bahwa pihaknya akan menggelar karnaval (termasuk di dalamnya ada marching band) pada 17 Maret 2020.
"Sehari sebelum pembukaan akan dilaksanakan pawai atau karnaval yang akan diiisi oleh seluruh pesantren, sekolah, madrasah diniyah, Ansor, Banser, Pagar Nusa yang ada di Sarang dan sekitarnya," kata Kiai Sholah kepada NU Online, Selasa (3/3) melalui sambungan telepon.
Menurut Kiai Sholah, rute karnaval dimulai dari titik-titik pesantren yang ada di Sarang, kemudian melewati pantura, dan finish di lokasi Munas-Konbes NU.
Kemudian dilanjut pada malam harinya dengan acara gebyar shalawat yang diikuti setidaknya oleh 1000 penabuh rebana dari berbagai grup hadrah yang ada di Kabupaten Rembang. Pelaksanaan gebyar shalawat di halaman Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang.
"Kami sudah sampaikan undangannya, dan sudah ada jawaban kesiapan partisipasinya. Kita menggunakan istilah 1000 rebana, tapi kita yakin bahwa yang hadir minimal 1500 orang karena ketersediaan grup-grup rebana yang sudah mendaftarkan diri untuk ikut di acara-acara hari santri (sudah terbukti sampai 1000)," ucap pria yang juga Ketua PCNU Lasem itu.
Sebagaai informasi, pelaksanaan Munas-Konbes NU akan dihadiri peserta dari utusan PBNU bersama lembaga dan badan otonom NU tingkat pusat, PWNU se-Indonedia, ulama, cendekiawan, dan pengasuh pesantren yang diundang PBNU. Pada forum tersebut akan dibahas berbagai persoalan melalui Bahtsul Masail yang meliputi Bahtsul Masail Waqi’iyah (problem tekini), mahtsul Masail Maudluiyah (tematik), dan Bahtsul Masail Qonuniyah (perundang-undangan).
Pelaksanaan kegiatan tersebut akan berlangsung di empat pesantren Al-Anwar, yakni Al-Anwar pusat, Al-Anwar II, III, dan IV yang berada di kabupaten yang sama.
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
Terkini
Lihat Semua