Kata Gus Rozin tentang Pengesahan UU Pesantren
NU Online · Selasa, 24 September 2019 | 14:30 WIB
Ketua Pengurus Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) KH Abdul Ghoffar Rozin menyampaikan bahwa pengesahan RUU Pesantren tersebut merupakan pelaksanaan amanah Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama Nahdlatul Ulama 2017 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
"Ini perjuangan NU melaksanakan amanah Munas NU tahun 2017," katanya di Kantor RMI NU, Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lantai 6, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Selasa (24/9) sore.
Munas tersebut memberikan masukan substansi mengenai UU Pesantren yang saat itu diusulkan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Namun pada perkembangannya, RUU Pesantren keluar dengan draf yang berbeda. Hal itu, katanya, karena proses dinamika yang terjadi di dalam prosesnya menjadi RUU Pesantren dan Pendidikan Keagamaan.
Gus Rozin, sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa hal terpenting dari pengesahan RUU tentang pesantren adalah aspek pengakuan negara terhadap pesantren yang memiliki kontribusi besar bagi negara. “Selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka, pesantren belum mendapatkan hal yang kira-kira cukup untuk mengembangkan dirinya,” ujarnya.
Karenanya, hal tersebut menjadi kewajiban moral RMI NU sebagai suatu wadah pesantren-pesantren NU se-Indonesia. “Pengakuan terpenting menjadinkewajiban moral RMI mengawal RUU ini sampai pada level drafting,” katanya.
Pengesahan ini, jelasnya, bukan atas andil besarnya atau RMI NU sebagai lembaga yang aktif di dalamnya, tetapi karena karomah NU dan para kiai agar RUU ini sukses. “Maka tadi siang RUU disahkan,” ucapnya.
Di tempat terpisah, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa pengesahan UU ini merupakan bentuk pengakuan negara dan fasilitasi negara untuk pesantren atas jasanya yang sangat besar terhadap kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia.
“Karenanya sejak undang-undang ini lahir, maka negara tidak hanya telah memberikan rekognisi terhadpa pesantren yang telah memberikan sumbangsih dan kontribusi sangat besar bagi kemajuan bangsa ini tapi juga sekaligus memberikan jaminan pengakuan dan juga afirmasi sekaligus fasilitasi terhadap pengembangan pondok pesantren,” katanya di Gedung Nusantara II, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta.
Pewarta: Syakir NF
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua