Kebutuhan Mendesak, Bidang Kaderisasi PP IPNU Terbitkan Modul
NU Online Ā· Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:00 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PP IPNU) menerbitkan buku Modul Kaderisasi IPNU. Buku ini menjadi panduan bagi pimpinan di setiap tingkatan untuk melaksanakan kaderisasi.
Baca Juga
Kongres IPNU-IPPNU Dibuka
Ketua Bidang Kaderisasi PP IPNU Khoyrul Anwar menyampaikan bahwa buku modul kaderisasi ini sudah menjadi kebutuhan yang mendesak di akar rumput. Pasalnya, setiap jenjang kaderisasi perlu memiliki indikator dan batasan-batasan yang jelas.
āIni sudah sangat mendesak dan banyak tuntutan kader dan anggota di bawah,ā kata Anwar kepada NU Online pada Sabtu (13/8/2022) di sela-sela Kongres XX IPNU di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.
Ia mengungkapkan bahwa kader membutuhkan pedoman mulai silabus dan kurikulumnya. Modul yang berjudul Prisma Pemikiran Pelajar Nahdlatul Ulama itu sudah mencakup semuanya.
āModul ini dibuat selengkap mungkin untuk memberikan petunjuk kepada pimpinan atau pengurus ketika hendak menggelar kaderisasi,ā kata Anwar, sapaan akrabnya.
Pasalnya, ia kerap mendapat laporan dari kader saat berkunjung ke beberapa daerah terkait materi kaderisasi yang tak sesuai dengan jenjang pengaderannya. "Kadang materi Lakmud tapi isinya materi Makesta sehingga perlu petunjuk," kata kader IPNU Yogyakarta itu.
Oleh karena itu, mulai saat ini dan ke depan, Modul Kaderisasi ini bisa menjadi pegangan seluruh pimpinan dalam menyelenggarakan dan mengelola kaderisasi.
āKaderisasi perlu merujuk ke pedoman itu agar pengkaderan dapat sesuai dengan orientasi, proporsional, kompatibel, dan sinkron,ā ungkap Anwar.
āKalau tidak, dikhawatirkan tumpang tindih antara materi Makesta, Lakmud, dan Lakut. Sebab, seringkali terjadi demikian,ā tandasnya.
Sementara ini, buku modul kaderisasi cetak sudah dibagikan kepada Pimpinan Wilayah yang hadir pada Kongres XX IPNU. Buku elektronik dengan format pdf dapat diunduh melalui tautan ini.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
2
Prabowo Ungkap Alasan Gaji Guru dan ASN Masih Kecil: Kekayaan RI Banyak Lari ke Luar Negeri
3
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
4
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
5
Prabowo Heran Ekonomi Tumbuh 5 Persen Tetapi Kemiskinan dan Penurunan Kelas Menengah Terus Terjadi
6
PBNU Targetkan 61.000 Ranting di Seluruh Indonesia Terhubung Sistem Digdaya NU
Terkini
Lihat Semua