Kemenkes Jangan Salahgunakan Pekan Kondom Nasional
NU Online · Jumat, 6 Desember 2013 | 10:03 WIB
Jakarta, NU Online
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Malik Madani mengingatkan Kementerian Kesehatan RI untuk tidak bermain-main dengan menggelar ajang Pekan Kondom Nasional (PKN) 2013. Kehatian-hatian ini dimaksudkan agar PKN tidak disalahartikan warga sebagai dorongan untuk melakukan seks bebas.
<>
PBNU, menurut Kiai Malik, menyetujui imbauan akan bahaya HIV/AIDS. PBNU mengapresiasi itu. Hanya saja PBNU menyayangkan cara yang diambil Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN), yakni membagi-bagikan kondom kepada umum.
“Kalau caranya berupa anjuran menjauhi pergaulan bebas untuk menekan laju angka penyebaran HIV/AIDS, PBNU setuju. Tetapi kalau kampanye anti-HIV/AIDS dengan membagikan kondom kepada umum apalagi kepada pelajar, tentu kami menolak,” kata Kiai Malik Madani, Selasa (3/12) malam.
Cara seperti itu sama saja membuka peluang bagi perzinaan, tegas Kiai Malik Madani.
Kiai Malik melanjutkan, PBNU selama ini menyetujui penggunaan kondom untuk kepentingan Keluarga Berencana (KB). Kecuali itu, PBNU mendorong penggunaan dan penyebaran kondom di tempat prostitusi, kalangan komunitas berisiko, atau tempat rawan penularan HIV/AIDS.
Persetujuan PBNU atas penyebaran kondom di kalangan berisiko merupakan alternatif terakhir meskipun cara ini juga bermasalah. Karena, kita belum bisa memberantas prostitusi itu. Kita pun belum menemukan alternatif lain yang lebih baik daripada pembagian kondom di kalangan berisiko.
Daripada penularan HIV/AIDS lebih meluas, penggunaan kondom di tempat prostitusi masih menjadi pilihan. Hal ini didasarkan pada kaidah hukum irtikabu akhaffidh dhararain. Artinya, menempuh pilihan yang risikonya lebih ringan dari dua pilihan berisiko, tambah Kiai Malik. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
3
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
4
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
5
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
6
Jelang Muktamar Ke-35 NU, PBNU Bakal Cek Kesiapan Lokasi dan Istighotsah Terbatas di Jombang pada 20 Agustus 2026
Terkini
Lihat Semua