Lakpesdam Lasem Galang Beasiswa Anak Kiai Kampung
NU Online · Selasa, 23 Oktober 2012 | 07:53 WIB
Rembang, NU Online
Ketua Pengurus Cabang Lakpesdam Lasem Imam Baehaqi mengungkapkan rasa keprihatinan atas kondisi para putra kiai kampung atau aktivis NU di tingkat ranting dan MWC yang tidak bisa melanjutkan pendidikan.
<>
"Kami sering ketemu dengan aktivis NU tingkat ranting dan MWC, mereka adalah kiai-kiai, yang tidak sanggup membiayai anak-anaknya melanjutkan pendidikan, baik di pesantren atau di sekolah umum," ujar Imam Baehaqi saat ditemui NU Online beberapa waktu lalu.
Kondisi seperti itu, kata Baehaqi, jika dibiarkan, tanpa pemikiran dan penanganan yang serius, akan menjegal proses kaderasasi di NU, madrasah diniyah, pesantren kecil, mandeg. Ini berbahaya bagi keberlangsungan Islam Ahlussunnah wal Jama'ah dan NU.
"Kami paham, para kiai di kampung-kampung tidak bisa mengeluh, ya paling mengeluhnya sama Allah. Kalau mengeluh sama orang-orang kan tidak pantes. Masa kiai ngeluh, bagaimana umatnya," ungkapnya.
Imam Baehaqi yang juga pengasuh salah satu pesntren di Lasem-Rembang itu menjelaskan bahwa keterputusan pendidikan, terutama pendidikan agama di pesantren, bisa berdampak panjang. Dia mencontohkan, jika anak kiai hanya ngaji di kampungnya, tidak mesantren di luar kota, maka dia tidak mengalami persinggungan dengan dunia luar dn jaringan keilmuan yang lebih luas pun terputus.
"Kekhususan dan keistimewaan NU, pesantren, kiai kan terletak pada kesinambungan guru dan jaringan kebudayaan Nusantara. Kalau mereka tidak mondok, ini berbahaya NU akan terputus, ilmunya juga, wawasannya juga mandeg. Tida perlu mesantren atau kulaih di luar negeri dulu, di luar kota saj sudah cukup. Ke Kediri, Jogja, Situbondo," jelasnya.
Dengan latar belakang seperti itu, kata Baehaqi, Lakpesdam Lasem, sebagai perangkat kerja NU yang membidangi sumber daya dan pengkaderan, akan menggalan beasiswa untuk para anak kiai atau aktivis NU yang tidak mampu.
"Dalam waktu dekat, kami akan mendata kebutuhan untuk terlaksananya cita-cita ini. Kami juga akan mengabarkan program ini pada lembaga-lembaga terkait, misalnya Lazis atau LP Ma'arif, RMI dan organ-organ NU yang bisa menggerakkannya secara berjama'ah. Ini pekerjaan berat, tidak mungkin ditangani sendiri. Ayo bersama-sama, ini amal jariyah," jelas Baehaqi yang sedang menyelesaikan progroam doktoral di IAIN Walisongo, Semarang.
Penulis: Hamzah Sahal
Terpopuler
1
Prabowo Sebut Ada Kelompok yang Ingin Indonesia Terpecah
2
Ketum PBNU Gus Kikin Imbau Warga Tidak Terprovokasi Kasus Pembakaran Warung Mi di Sukoharjo
3
Pemuda NU Asal Lumajang Raih Rekor MURI lewat Karya Buku Tertebal di Indonesia
4
Pelantikan PCNU Bekasi 2026–2031, Ketua PBNU Puji Raharjo Ingatkan Qanun Asasi untuk Penguatan Organisasi
5
Kader Ansor Tawarkan Ilmu Mantiq untuk Menyaring Informasi AI dalam Mu'tamad 2026 di Lirboyo
6
Pemuda Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional, Walhi Ingatkan Kewajiban Lindungi Rakyat
Terkini
Lihat Semua