LAZISNU Kemukakan Prasyarat NU Jadi Organisasi Mandiri
NU Online · Senin, 9 Maret 2015 | 19:07 WIB
Jombang, NU Online
Direktur Eksekutif Lembaga Amil Zakat dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Amir Ma’ruf mengatakan, NU memiliki ketersediaan potensi kader dalam jumlah berlimpah. Saatnya menghimpun potensi yang tersedia untuk kemaslahatan.
<>
Menurut dia, sejak awal pendirian, NU hadir memberi kepada jam'iyah dan jama'ah yang ada. "Namun dalam perjalanannya, kini semangat itu mulai memudar utamanya saat Orde Baru berkuasa," terangnya pada saat mengisi Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Jombang Jawa Timur angkatan pertama, Ahad (8/3) malam.
Dalam pandangannya, untuk bisa menjadi organisasi sosial keagamaan yang mandiri, tidak ada pilihan lain bagi para pengurus NU di semua tingkatan untuk bisa mengajak dengan memberi contoh. "Kalau hanya memberikan dalil atau himbauan, maka hal itu kurang efektif," ungkapnya.
Untuk bisa menjadi organisasi yang dipercaya, khususnya dalam hal menghimpun dana umat, ada sejumlah prasyarat yang mesti dipenuhi. "Yang utama adalah momodernisasi pengelolaan zakat dan sedekah," katanya. Dan untuk bisa menjadi pengelola dana yang bisa dipercaya umat, hal mendesak yang mesti dipenuhi adalah membenahi kantor, lanjutnya.
Sejumlah prasyarat sebagai kantor modern  harus dimiliki. Misalnya dengan memberikan kemudahan dan standar dalam pelayanan. "Seperti standar pelaporan, teknologi hingga standar operasional prosedur atau SOP," tegasnya.
Hal lain yang harus dipenuhi adalah sumber daya manusia dan struktur kerja. Kelengkapan itu juga diimbangi dengan program yang terukur serta marketing.
Pada acara yang diikuti 48 peserta ini, Amir Ma'ruf bercerita saat awal dipercaya untuk mengelola Lembaga Amil Zakat dan Shadaqah NU. "Dari yang semula pembiayaan operasional disubsidi, akhirnya bisa mandiri saat masuk bulan keempat," kenangnya.
Baginya, pencapaian tersebut sebenarnya bisa dilakukan oleh siapa saja. Karena dalam pandangannya, ada sejumlah kelebihan yang dimiliki oleh NU dan tidak dimiliki oleh organisasi lain.
"NU bisa menyapa jamaahnya secara langsung," terangnya. Ia lalu membandingkan kondisi ormas lain yang baru bisa berkomunikasi dengan warganya hanya lewat siaran televisi, media sosial hingga lembaga pendidikan.
Karenanya kelebihan ini hendaknya dapat dioptimalkan di semua tingkatan NU untuk terus meyakinkan keberadaan dirinya dengan kiprah terbaik. "Prinsipnya kita bisa melakukan apa saja untuk umat," katanya. Â Namun yang terpenting adalah bagaimana intensitas bertemu jamaah atau warga tersebut diiringi dengan pengelolaan organisasi yang juga layak dipercaya, pungkasnya.
Kegiatan pengkaderan ini berlangsung sejak Jum'at (5/3) hingga Ahad (8/3).  Dan Ahad dini hari, kegiatan yang berlangsung di Pondok Pesantren Babussalam Kalibening Mojoagung Jombang  ini ditutup. Para peserta disamping utusan dari kota setempat, juga ada dari Batu, Kediri, Lamongan serta Bojonegoro. (Syaifullah/Abdullah)
Terpopuler
1
2.500 Alumni Ikuti Silatnas Iktasa di Istiqlal Jakarta, Teguhkan 3 Fungsi Utama Pesantren
2
Akademisi Soroti Gejala Pembusukan Demokrasi yang Kian Sistematis Sejak Era Jokowi ke Prabowo
3
War Haji, Jalan Pintas yang Berpotensi Sengketa
4
MBG dan Larangan Pemborosan dalam Islam
5
Ketua Umum PBNU Apresiasi Gencatan Senjata AS-Iran, Harap Berlangsung Permanen
6
PBNU Soroti Wacana War Tiket Haji, Harus Dikaji Matang, Tekankan Aspek Keadilan Jamaah
Terkini
Lihat Semua