Lima Rencana Bisnis Pertamina Memasuki Transisi Energi Global
NU Online · Kamis, 17 Juni 2021 | 01:00 WIB
Jakarta, NU Online
Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) Iman Rachmanmemaparkan bahwa Pertamina dalam memasuki global energy transition telah memiliki lima ringkasan rencana bisnis.
Pertama, percepatan transisi energi menuju EBT didorong oleh megatren makro; yaitu urbanisasi, globalisasi, demografi, iklim, perilaku konsumen, industri teknologi 4.0, serta meluasnya permintaan akan carbon credit dan ESG.
Hal itu disampaikan Iman saat menjadi salah satu panelis dalam The 3rd Indonesia Energy Efficiency and Conservation Conference and Exhibition yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (16/6/2021).
Selanjutnya, Iman mengatakan bahwa Pertamina selaras menjadi bagian dari strategi besar energi nasional.
Kedua, kata Iman, Pertamina telah menjadi bagian dari strategi besar energi nasional, mengakomodir energi trasnsisional melalui penerapan 21 inisiatif strategis yang akan dilaksanakan pada periode 2020-2024. Kebutuhan capex sebesar US$92 miliar untuk mencapai target nilai perusahaan sebesar US$100 miliar pada tahun 2024.
Ketiga, kebutuhan energi Indonesia diproyeksikan tumbuh 2,1 persen per tahun hingga tahun 2024. Bauran permintaan energi Indonesia masih bertumpu pada energi fosil tetapi ada peningkatan proporsi EBT.
"Tak bisa dipungkiri bahwa Pertamina merupakan pemasok utama energi dalam negeri, yaitu 71 persen dari kebutuhan energi nasional," katanya.
Keempat, Pertamina mengalokasikan sebagian besar investasi untuk energi konvensional dengan alokasi 9 persen untuk EBT. "Strategi ini selaras dengan belanja capex strategi IOC lainnya di EBT," ucapnya.
Kelima, mengingat masih adanya peningkatan permintaan konvensional dan EBT, Pertamina telah mengembangkan portofolio energi dengan kelincahan dan fleksibilitas, serta disiplin dalam memastikan pengembalian ekonomi yang wajar, menjaga ketahanan energi dalam negeri, dan memaksimalkan sumber daya dalam negeri.
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua