LPJ Lembaga dan Banom Wujud Akuntabilitas Organisasi di PBNU
NU Online · Selasa, 12 Mei 2026 | 07:00 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar rapat penyusunan dan konsolidasi laporan pertanggungjawaban (LPJ) lembaga, badan otonom (banom), dan badan khusus pada Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut diadakan sebagai bentuk penguatan akuntabilitas organisasi serta menjadi bagian dari upaya membangun tata kelola organisasi yang kredibel, profesional, dan transparan.
Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Lakpesdam PBNU), Ufi Ulfiah, menyampaikan bahwa setiap lembaga di lingkungan NU yang menjalankan program organisasi wajib menyampaikan laporan kinerja sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada PBNU dan jamaah Nahdlatul Ulama.
“Jadi kita ini sebagai lembaga NU, mengerjakan program-program NU itu wajib melaporkan. Kepada siapa? Kepada pemangku utama kita. Yang pertama, ini kan di level pengurus pusat. Jadi lembaga-lembaga ini melaporkan kepada lembaga NU, kepada PBNU, dan nanti itu adalah kepada jamaah NU,” katanya di Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, rapat tersebut difokuskan untuk mengonsolidasikan laporan organisasi sebagai bagian dari akuntabilitas lembaga, banom, dan badan khusus di lingkungan NU.
“Jadi hari ini kita sedang baru saja rapat mengkonsolidasi laporan organisasi sebagai bentuk akuntabilitas lembaga kita. Akuntabilitas lembaga, Banom, dan badan khusus di lingkungan NU,” ujarnya.
Ufi juga menyampaikan pesan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang sejak awal memiliki visi membangun tata kelembagaan yang baik, kredibel, dan urgent. Salah satu bentuk pembuktiannya adalah melalui laporan kinerja yang disusun secara tertib dan akuntabel.
“Gus Ketum (KH Yahya Cholil Staquf) adalah orang yang sejak dari awal memiliki visi governing NU. Governing itu tujuan utamanya adalah melakukan, mendorong tata kelembagaan yang baik, kredibel, prudent. Salah satu pembuktiannya itu adalah dengan adanya laporan kinerja,” terangnya.
Ia menilai laporan kinerja menjadi bagian penting dalam membangun akuntabilitas lembaga di lingkungan NU. Karena itu, seluruh entitas organisasi diwajibkan menyampaikan laporan pertanggungjawaban.
“Yang kedua adalah lebih-lebih lagi, Gus Yahya sebagai Ketua Umum itu sangat meng-underline bagian ini, governing NU. Jadi, lembaga itu harus laporan,” katanya.
Selain itu, Ufi menekankan pentingnya keakuratan data dan informasi dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban. Menurutnya, validitas data menjadi prinsip utama dalam membangun akuntabilitas organisasi.
“Pertama-tama harapannya adalah seluruh data dan informasi yang akan disusun ke dalam sebuah laporan, pertanggung jawab itu data yang benar. Itu pertama kali itu yang harus jadi pegangan, prinsip itu,” ujarnya.
Dalam rapat tersebut juga dibahas timeline penyusunan laporan, mulai dari pengisian template, workshop, hingga proses persetujuan laporan. Ketepatan waktu disebut sebagai bagian penting dari disiplin organisasi.
“Yang kedua adalah, ya kita tadi sudah mendiskusikan timeline, tepat waktu. Isi template kapan, workshop kapan, approval kapan, itu juga penting ya. Apa namanya, bekerja itu tepat waktu,” katanya.
Ufi menyampaikan pesan Gus Yahya agar seluruh pengurus harus menjalankan tanggung jawab organisasi.
Kontributor: Ahmad Syafiq Sidqi
Terpopuler
1
Innalillahi, Pengasuh Pesantren Tambakberas KH M Fadlullah Malik Wafat, Sosoknya Dikenal Organisatoris
2
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
3
Wapres Gibran Ajak Santri Teladani Mbah Wahab, Gerakkan Persatuan
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
6
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
Terkini
Lihat Semua