Makna di Balik Nasi Tumpeng Saat Perayaan 17 Agustus
NU Online · Kamis, 17 Agustus 2023 | 22:15 WIB
Afina Izzati
Kontributor
Jakarta, NU Online
Nasi Tumpeng menjadi kuliner khas yang biasa disajikan dalam perayaan tujuh belasan atau dalam rangka HUT Kemerdekaan RI. Biasanya nasi tumpeng menjadi ikon makanan saat malam selametan atau malam 17 Agustus. Penyajian nasi tumpeng dalam rangka memperingati hari kemerdekaan ternyata tidak lepas dari makna yang terkandung.
Berdasarkan sumber yang berhasil dikumpulkan oleh NU Online, Kamis (17/8/2023), penyajian nasi tumpeng sendiri memiliki makna, yakni melambangkan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam penyajiannya, nasi tumpeng disajikan dengan makanan pelengkap seperti orek tempe, telur yang diiris tipis, dan berbagai lauk lainnya. Berbagai jenis lauk yang mengelilingi nasi tumpeng melambangkan Indonesia memiliki beragam suku, etnik, dan budaya.
Kombinasi sayur seperti urap dan lauk pauk seperti ayam melambangkan pula ucapan syukur kepada Sang Pencipta atas hasil bumi yang didapatkan.
Tidak hanya itu, pemilihan nasi tumpeng yang sering berwarna kuning, namun ada pula yang berwarna putih, juga memiliki makna tersendiri. Warna putih pada nasi tumpeng melambangkan kesucian, sedangkan kuning lebih pada kekayaan dan moral yang luhur.
Selain itu, bentuk nasi tumpeng yang menyerupai gunung memiliki makna tersendiri, terlebih bagi masyarakat Jawa. Gunung bagi tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa sering diidentikkan sebagai tempat yang maha tinggi secara spiritual.
Ada pula yang mengatakan bentuk kerucut menggambarkan tradisi lama masyarakat Indonesia yang memuliakan gunung sebagai tempat bersemayamnya para nenek moyang.
Khususnya bagi masyarakat Jawa, menganggap kerucut sebagai tiruan puncak gunung yang dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa. Karena itulah, tidak sedikit yang mengartikan kerucut pada nasi tumpeng sebagai puncaknya rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Hampir di berbagai daerah di Indonesia menyajikan nasi tumpeng dalam perayaan HUT RI, baik dalam bentuk syukuran tirakatan maupun dalam bentuk perlombaan yang diikuti oleh ibu-ibu.
Penyajian nasi tumpeng seolah menjadi pelengkap dalam perayaan HUT RI, ditambah lagi dengan acara makan bersama yang menandakan guyup rukun sesama warga.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua