Daerah

Nadru Aulia dan Nurul Faroh Pimpin IPNU-IPPNU DIY 2026-2029, Fokus Perkuat Kaderisasi

NU Online  ·  Senin, 19 Januari 2026 | 17:30 WIB

Nadru Aulia dan Nurul Faroh Pimpin IPNU-IPPNU DIY 2026-2029, Fokus Perkuat Kaderisasi

Nadru Aulia dan Nurul Faroh sebagai Ketua Terpilih PW IPNU dan IPPNU DIY masa khidmah 2026-2029. (Foto: dok. IPNU-IPPNU DIY)

Yogyakarta, NU Online

Nadru Aulia Rahman dan Nurul Faroh Almuna resmi memimpin Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) masa khidmah 2026-2029.


Keduanya terpilih melalui mekanisme musyawarah mufakat yang berlangsung dalam forum Konferensi Wilayah (Konferwil) IPNU XIX dan IPPNU XV DIY, pada Sabtu (17/1/2026).


Ketua Terpilih PW IPNU DIY Nadru Aulia Rahman menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan peserta Konferwil karena telah memberikan amanah kepadanya untuk memimpin.


Nadru menegaskan komitmennya membawa IPNU DIY menjadi organisasi pelajar yang adaptif dan berdampak. Ke depan, ia akan fokus pada berbagai hal, salah satunya memperkuat kaderisasi.


“Amanah ini adalah tanggung jawab bersama. IPNU DIY ke depan harus mampu merespons tantangan zaman, memperkuat kaderisasi, dan menghadirkan gerakan pelajar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya, melalui keterangan tertulis yang diterima NU Online, pada Senin (19/1/2026).


Sementara itu, Ketua Terpilih PW IPPNU DIY Nurul Faroh Almuna menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran pelajar putri sebagai subjek perubahan yang aktif, inklusif, dan berdaya.


“IPPNU harus menjadi ruang aman dan ruang tumbuh bagi pelajar putri untuk berproses, berkontribusi, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan peradaban,” tuturnya.


Konferwil tak hanya ajang pemilihan ketua

Ketua PW IPNU DIY masa khidmah 2022-2025 Didi Manarul Hadi menilai bahwa Knferwil IPNU XIX dan IPPNU XV DIY tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, melainkan sebagai forum perumusan visi besar pelajar NU DIY dalam merajut gagasan dan menggerakkan peradaban.


Didi menegaskan bahwa forum Konferwil merupakan momentum ideologis dan intelektual bagi pelajar NU.


“Konferwil ini tidak hanya soal kontestasi kepemimpinan, tetapi tentang bagaimana pelajar NU merumuskan gagasan besar untuk menjawab tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi peradaban,” tegasnya.


Hal senada disampaikan Ketua PW IPPNU DIY masa khidmat 2022-2025 Fildzah Lina Rohmatina. Ia menekankan pentingnya IPNU dan IPPNU terus menjadi ruang tumbuh kader yang progresif, inklusif, dan berdaya.


“Tema Merajut Gagasan, Menggerakkan Peradaban adalah refleksi komitmen pelajar NU untuk terus bergerak, berpikir, dan berdampak,” ungkapnya.


Ketua Steering Committee (SC) Konferwil IPNU dan IPPNU DIY Sholahuddin Zamzambela menjelaskan bahwa seluruh rangkaian Konferwil dirancang tidak semata sebagai forum formal organisasi, tetapi sebagai ruang dialektika gagasan dan penguatan nilai ke-NU-an di kalangan pelajar.


“Konferwil ini kami desain sebagai ruang permusyawaratan yang bermartabat, inklusif, dan visioner. Harapannya, gagasan-gagasan yang lahir dari forum ini mampu menjadi pijakan gerakan IPNU dan IPPNU DIY ke depan dalam menjawab tantangan zaman,” tuturnya.


Dalam rangkaian Konferwil ini, digelar agenda Talkshow Pelajar Inklusif yang digelar di Hall Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta. Forum ini menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas peran strategis pelajar NU dalam membangun peradaban yang adil dan inklusif.


Talkshow menghadirkan tiga narasumber yakni Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo, Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar, serta Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) IPPNU Whasfi Velasufah.


Rektor UNU Yogyakarta Widya Priyahita Pudjibudojo menekankan pentingnya pelajar NU memiliki kepekaan sosial dan daya kritis dalam menghadapi dinamika global.


“Pelajar NU harus hadir sebagai agen perubahan yang menjunjung nilai keilmuan, toleransi, dan kemanusiaan,” ujarnya.


Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar menyoroti peran pelajar dalam menjaga nilai kebangsaan dan demokrasi di tengah tantangan sosial-politik yang semakin kompleks.


Ketua Umum PP IPPNU Whasfi Velasufah menegaskan bahwa pelajar inklusif adalah mereka yang mampu merangkul perbedaan serta aktif menciptakan ruang aman dan setara bagi semua.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang