Nasional

Muslimat NU Jadikan Isra Mi’raj sebagai Momentum Perkuat Peran Perempuan dan Perlindungan Anak

NU Online  ·  Senin, 19 Januari 2026 | 16:00 WIB

Muslimat NU Jadikan Isra Mi’raj sebagai Momentum Perkuat Peran Perempuan dan Perlindungan Anak

Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi saat menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Isra Miraj di Masjid Istiqlal Jakarta, pada Ahad (18/1/2025). (Foto: dok. Muslimat NU)

Jakarta, NU Online

Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) menjadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad sebagai momentum untuk memperkuat peran perempuan dalam kehidupan keluarga dan masyarakat, khususnya dalam upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan nilai-nilai spiritual dan akhlak.


Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi menegaskan bahwa Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa historis keagamaan, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya kekuatan spiritual dalam membangun ketahanan keluarga dan karakter generasi masa depan.


"Isra Mi'raj mengajarkan kita tentang kekuatan spiritual sebagai fondasi dalam kehidupan. Perempuan yang beriman dan berakhlakul karimah memiliki peran besar dalam membentuk karakter anak dan generasi masa depan bangsa," ujar Arifa saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Isra Mi'raj di Masjid Istiqlal Jakarta, Ahad (18/1/2026).


Ia menjelaskan bahwa perempuan, terutama ibu, memiliki posisi strategis sebagai pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Nilai-nilai keagamaan, keteladanan, serta pembiasaan akhlak yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting bagi anak dalam menghadapi tantangan zaman.


Menurut Arifa, tantangan tersebut semakin kompleks di era digital yang penuh dinamika. Karena itu, penguatan spiritualitas di lingkungan keluarga menjadi kebutuhan mendesak agar perempuan dan anak memiliki daya tahan moral yang kuat.


"Penguatan spiritual di dalam keluarga menjadi benteng utama dalam melindungi perempuan dan anak dari berbagai pengaruh negatif. Inilah ikhtiar yang harus terus kita jaga bersama," katanya.


Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menekankan bahwa peristiwa Isra Mi’raj merupakan perjalanan spiritual yang sarat dengan pesan keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat.


"Setelah mencapai puncak spiritual dalam Mi'raj, Rasulullah kembali ke tengah masyarakat. Ini mengajarkan bahwa spiritualitas sejati tercermin dari akhlak dan pengabdian sosial. Penguatan iman dan spiritualitas akan melahirkan pribadi-pribadi yang berakhlak, beradab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar," ujar Nasaruddin.


Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa Muslimat NU secara konsisten menanamkan nilai keimanan, keteladanan, dan kepedulian sosial dalam setiap gerakan organisasinya.


Menurut Khofifah, peringatan Isra Mi’raj menjadi pengingat bahwa esensi kehidupan bukan terletak pada jabatan atau kedudukan, melainkan pada amal perbuatan yang bermanfaat bagi sesama.


"Isra Mi'raj mengingatkan kita bahwa yang akan menemani kita saat menghadap Allah
bukan jabatan atau kedudukan, melainkan amal perbuatan. Karena itu, Muslimat NU terus menguatkan peran perempuan agar beriman, berakhlak, dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat," ujar Khofifah.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang