Jakarta, NU Online
Rezim Orde Baru turut menumbuhkan radikalisme di Indonesia sehubungan merawat sejumlah kelompok yang berupaya menikam atau melakukan pemberontakan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjdend) PBNU Abdul Mun'im DZ, di Jakarta, Selasa (16/6).
<>
Orde Baru, demikian Mun'im, merawat sejumlah kelompok radikal, seperti Darul Islam/Tentara Islam Indonesia atau DI/TII, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia atau Perdjuangan Semesta atau Perdjuangan Rakjat Semesta alias PRRI/Permesta.
"PRRI/Permesta dipersepsikan sebagai simbol demokrasi yang menuntut otonomi daerah. Orde Baru memberi mereka (kelompok radikal-pemberontak) fasilitas seperti beasiswa. Bahkan ada pula pesantren radikal difasilitasi Orde Baru untuk berdiri di era mereka," kata dia lagi.
Saat rezim Orde Baru, imbuh Mun'im, NU dihabisi, dibersihkan dan senantiasa dicitrakan buruk.
"Karena itu, NU Online yang setelah lahir diprediksi berusia enam bulan, namun bisa bertahan hingga saat ini, tampil untuk menunjukkan NU yang sesungguhnya," ujar dia pada Workshop Penguatan Jaringan Anti Radikalisme di Dunia Muda untuk Ulama Muda digelar di Jakarta, 15-17 Juni 2015.
Radikalisme di Indonesia saat ini ialah kejahatan yang berkedok atau memakai baju Islam.
"Karena itu menjadi penting untuk terus menyampaikan Islam Rahmatan lil Alamin, ajaran NU ke masyarakat untuk menghadapi radikalisme, melalui berbagai lini, salah satunya di NU Online," demikian Abdul Mun'im DZ mengingatkan puluhan ulama dan aktivis muda NU dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi peserta kegiatan. (Gatot Arifianto/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua