PBNU Apresiasi Pembentukan Panel Penutupan Situs Radikal
NU Online · Rabu, 8 April 2015 | 12:54 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengapresiasi langkah pemerintah yang membentuk Panel Terorisme, SARA dan Kebencian yang nantinya akan memberi rekomendasi situs apa saja yang layak ditutup. Jika kelompok agama dilibatkan dalam panel ini, maka akan mengurangi potensi kontroversi situs yang akan ditutup.
<>
“Bagus itu, dan saya kira mereka yang ada dalam panel tersebut sudah memiiki pandangan yang sama baik dalam hal agama maupun paham kebangsaan,” jelasanya di gedung PBNU, Rabu.
Ia meminta situs-situs Islam tidak hanya berbicara dakwah tentang Islam, tetapi juga pentingnya penguatan NKRI. “Kalau mengkapanyekan ISIS, negara Islam, khilafah, itu sudah keluar dari komitmen kebangsaan kita. Ini sudah radikal,” jelasnya.
Ia tidak mempermasalahkan adanya perdebatan masalah khilafiyah di internet seperti masalah doa qunut, hisab, rukyat dan lainnya asal dilakukan dengan menjaga etika. “Debat harus dilakukan dengan ilmiah, tapi jangan caci maki. Kalau ada dasar ilmiahnya saja monggo,” tegasnya.
Kiai Said yang juga ketua Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) menjelaskan, diantara anggota LPOI sendiri memiliki berbagai pandangan, tetapi hal tersebut tidak pernah dibicarakan dalam rapat. Pertemuan selalu membahas masalah prinsip seperti keadaan umat Islam internasional, narkoba, korupsi, dan lainnya.
Berikut anggota panel Terorisme, SARA dan Kebencian
1. Ketua Dewan Pers
2. Din Syamsuddin (Muhammadiyah)
3. Marsudi Syuhud (PBNU)
4. Ignatius Suharyo (Uskup Agung)
5. Henriette Lebang (PGI)
6. Alim Sudio (Walubi)
7. Arsana (Parisadha Hindu Dharma Indonesia)
8. Tjipta Lesmana (Akademisi)
9. Uung Cendana (Matakin)
10. Thamrin Amal Tamagola (Sosiolog)
11. Arief Muliawan (Kejaksaan)
12. Asdep Koordinasi Telekomunikasi dan Informatika Kemenkopolhukam
12. Direktur Keamanan Informasi Ditjen Aptika
14. Shita Laksmi
15. Irwin Day (Nawala)
16. Asep Saefullah (AJI)
17. Sonny Hendra (Ditjen Aptika)
(mukafi niam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
Terkini
Lihat Semua