PBNU Minta Pemerintah Bekerja Lebih Keras Lagi Tangani Covid-19
NU Online · Selasa, 4 Agustus 2020 | 11:45 WIB
Muhammad Syakir NF
Penulis
Jakarta, NU Online
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai pemerintah belum serius menangani penyebaran pandemi Covid-19. Pasalnya, korban wabah pandemi Covid-19 masih terus mengalami kenaikan setiap harinya, terutama di delapan wilayah di Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.
“Selama ini, saya anggap Pemerintah masih kurang serius dalam menangani virus Covid-19 ini,” tegas Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj saat menerima kunjungan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) di Gedung PBNU pada Selasa (4/8).
Melihat fakta yang memprihatinkan tersebut, Kiai Said menegaskan agar pemerintah terus bekerja lebih keras untuk dapat segera mengurangi kasus terkonfirmasi Covid-19 tersebut. “Kita mengharapkan kepada pemerintah agar lebih bekerja keras lagi, lebih fokus lagi untuk menangani penyebaran Covid-19,” katanya.
PBNU, kata Kiai Said, sebagai organisasi masyarakat (ormas) keagamaan siap bergandengan tangan dengan pemerintah, IDI, dan lainnya untuk menangani masalah yang mengkhawatirkan ini. “Kami siap bergandengan tangan dengan IDI, semua pihak pemerintah untuk berupaya mengentaskan persoalan Covid-19 ini,” lanjutnya.
Kiai Said memberikan dukungan moral untuk para tenaga medis agar tetap semangat dalam menangani masalah yang cukup serius ini. “Kami memberikan dukungan moral agar IDI tidak pernah putus asa, tidak surut dari semangatnya, terus berjuang,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta Selatan itu.
Ia juga mengaku prihatin dengan kondisi seperti ini. Meskipun demikian, kiai yang menamatkan studinya di Arab Saudi ini meyakini Indonesia dapat mampu melewati musibah yang tengah melanda seluruh dunia ini. “Kita prihatin dengan itu semua. Namun, kita harus yakin pasti bisa mengatasi persoalan tersebut,” pungkasnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua Umum PB IDI dr Daeng Mohammad Faqih dan beberapa pengurus lainnya. Hadir pula Sekretaris Jenderal PBNU H Ahmad Helmy Faishal Zaini, anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Anggia Ermarini, dan Ketua Gugus Tugas Covid-19 PBNU dr Makky Zamzami.
Pewarta: Syakir NF
Editor: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
4
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua