Nasional

PBNU Terima Delegasi DPM Malaysia, Bahas Ekonomi Syariah hingga AI untuk Pendidikan

NU Online  ·  Jumat, 5 Juni 2026 | 13:00 WIB

PBNU Terima Delegasi DPM Malaysia, Bahas Ekonomi Syariah hingga AI untuk Pendidikan

PBNU menerima Delegasi Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM) di Gedung PBNU lantai 5, Jakarta, pada Jumat (5/06/2026). (Foto: NU Online/Herlyn)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menerima kunjungan rombongan Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM) yang terdiri atas 12 pengusaha dan pengurus kamar dagang di Gedung PBNU, Jakarta, Jumat (5/6/2026). Pertemuan yang dihadiri Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) itu membahas peluang kolaborasi di bidang ekonomi syariah serta pemanfaatan teknologi pendidikan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).


Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menjelaskan bahwa pertemuan tersebut membicarakan berbagai peluang kerja sama antara NU dan Malaysia, khususnya di bidang ekonomi syariah.


Menurutnya, pembahasan itu sejalan dengan proyek besar PBNU dalam setahun terakhir untuk mengembangkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia dengan NU sebagai penggeraknya.


“Kita membicarakan kemungkinan-kemungkinan kolaborasi antara NU dan Malaysia dalam bidang ekonomi syariah. Dalam setahun terakhir, PBNU mempunyai proyek besar, yaitu mengembangkan ekosistem ekonomi syariah di Indonesia dengan NU sebagai leader-nya,” ujar Gus Ulil.


Ia menuturkan, pembicaraan mengenai kerja sama tersebut mulai mengemuka setelah PBNU melakukan kunjungan ke Malaysia pada Mei lalu dan bertemu dengan DPMM. Kunjungan DPMM ke Jakarta kali ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan tersebut.


“Kita membicarakan sejumlah kemungkinan kolaborasi dalam bidang-bidang yang menarik bagi kedua belah pihak, misalnya industri energi terbarukan, farmasi, dan juga ada pembicaraan yang serius mengenai pengembangan industri durian,” katanya.


Gus Ulil menambahkan, Malaysia sebagai salah satu negara pengekspor durian terbesar ke China ingin mengajak Indonesia masuk lebih jauh ke industri durian. Bahkan, Malaysia telah mendirikan Durian Academy sebagai pusat riset dan pengembangan komoditas tersebut.


Selain itu, pertemuan juga membahas peluang kerja sama di bidang pendidikan melalui pemanfaatan teknologi AI, serta kolaborasi dalam sektor perkayuan, pertanian, dan bidang strategis lainnya.


“Kemudian juga dibicarakan soal kolaborasi dalam bidang pendidikan, teknologi AI untuk pendidikan, serta kerja sama di bidang perkayuan, pertanian, dan sektor-sektor lainnya,” jelasnya.


Senada dengan Gus Ulil, Ahli Dewan Perniagaan Melayu Malaysia (DPMM), Nurul Ain Arvia, menyampaikan bahwa kunjungan delegasi Malaysia ke Indonesia bertujuan menjajaki kerja sama dengan PBNU dalam pengembangan teknologi pendidikan untuk berbagai jenjang, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.


“Hari ini kami berbagi tentang teknologi pendidikan, khususnya pemanfaatan AI yang dapat membantu dan memberi manfaat bagi pendidikan di Indonesia. Kami ingin melihat bagaimana teknologi ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di madrasah, pesantren, dan berbagai institusi pendidikan,” ujarnya.


Nurul menjelaskan bahwa agenda berikutnya adalah pertemuan lanjutan di Malaysia untuk membahas kemungkinan kerja sama yang lebih konkret antara PBNU dan DPMM.


Ia berharap kunjungan tersebut menjadi langkah awal untuk berbagi pengalaman dan teknologi pendidikan sehingga kedua pihak dapat bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi.


“Kami berharap dapat berbagi teknologi pendidikan di sini sehingga kita bisa bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan, baik di Malaysia maupun Indonesia. Bahkan, ke depan, kerja sama ini diharapkan dapat berkembang ke tingkat Asia dan internasional,” pungkasnya.

 

Kontributor: Ahmad Syafiq Sidqi

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang