PBNU Terima Kunjungan Yayasan Sosial asal Turki, Bahas Dukungan Palestina dan Program Beasiswa
NU Online · Kamis, 12 Februari 2026 | 13:30 WIB
Pertemuan Gus Yahya bersama Direktur lembaga untuk kawasan Asia Tenggara Toplumsal Dayanışma Vakfı Monhem Yilmaz di Gedung PBNU, Jakarta, pada Kamis (12/2/2026). (Foto: TVNU/Junaedin Ghufron)
Mufidah Adzkia
Kontributor
Jakarta, NU Online
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf menerima kunjungan dari yayasan sosial asal Turki, Toplumsal Dayanışma Vakfı (Toplum Vakfi) di Gedung PBNU Jakarta Pusat, Rabu (12/2/2026).
Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ahmad Ginanjar Sya’ban yang turut hadir menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas dukungan untuk Palestina dan Gaza.
“Siang hari ini terdapat pertemuan antara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Al-Mukarram KH Yahya Cholil Staquf, dengan Toplum Vakfi, sebuah lembaga filantropi yang berbasis di Turki, tetapi terkait dengan Palestina dan utamanya Gaza,” ujar Ginanjar.
Baca Juga
Fethullah Gulen, Gus Dur-nya Turki
Ginanjar menjelaskan bahwa dalam pertemuan itu, pihak Toplum Vakfi menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi terhadap kiprah serta peran PBNU selama ini yang telah banyak memberikan dukungan untuk Palestina, dan Gaza secara khusus.
“Mereka juga berharap untuk bisa terjalin kerja sama lanjutan antara PBNU dengan Toplum Vakfi untuk bisa membantu saudara-saudara di Palestina, utamanya di wilayah Gaza,” katanya.
Selain itu, Ginanjar menyampaikan bahwa pihak Toplum Vakfi menawarkan kerja sama beasiswa kepada lima orang siswa dari kader-kader NU untuk belajar di lembaga Qur'an Kursu yang mereka kelola di Turki.
“Selanjutnya, diharapkan agar rencana-rencana kerja sama antara Toplum Vakfi dengan PBNU ini bisa berkembang dan terealisasi untuk kemaslahatan umat manusia, khususnya dukungan terhadap Palestina ini,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur lembaga untuk kawasan Asia Tenggara Toplumsal Dayanışma Vakfı Monhem Yilmaz menyampaikan bahwa Toplum Vakfi merupakan sebuah yayasan (wakaf) yang didirikan pada 1995. Ia menjelaskan bahwa kegiatan lembaganya bertujuan untuk memberdayakan pemuda di komunitas dan masyarakat.
“Fokus kami adalah pada pendidikan, tempat tinggal, dan pemberdayaan ekonomi untuk setiap wilayah yang kompleks di dunia,” ujarnya.
Monhem menjelaskan bahwa tujuan kunjungan ke PBNU adalah untuk saling berkolaborasi, bertukar program, dan bertemu dengan institusi besar di Indonesia ini.
Ia juga menyampaikan bahwa bentuk kerja yang akan dilakukan antara PBNU dan Toplum Vakfi dalam program sosial dan kemanusiaan yaitu pertukaran pelajar dari Turki ke Indonesia dan dari Indonesia ke Turki.
“Saat ini kami sedang merencanakan pertukaran pelajar dari Turki ke Indonesia dan dari Indonesia ke Turki. Selain itu, kami juga akan melakukan kerja kemanusiaan di wilayah konflik, serta program-program dakwah,” katanya.
Terpopuler
1
Kemenag akan Gelar Sidang Isbat Ramadhan pada 17 Februari 2026 dengan Didahului Edukasi Pengamatan Hilal
2
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
3
Menkeu Purbaya Heran Anggaran Kesehatan Naik Malah Berujung Penonaktifan PBI JKN
4
Kasus Bunuh Diri Siswa SD Tunjukkan Ketidakberpihakan Negara terhadap Rakyat Kecil
5
Paripurna DPR Setujui 8 Calon Anggota Baznas Periode 2026-2031
6
120 Ribu Pasien Terancam, Menkes Peringatkan Risiko Kematian akibat Penonaktifan PBI JKN
Terkini
Lihat Semua