Nasional

Pemerintah Tetapkan Libur Sekolah Awal Ramadhan 18-20 Februari 2026

NU Online  ·  Jumat, 6 Februari 2026 | 20:00 WIB

Pemerintah Tetapkan Libur Sekolah Awal Ramadhan 18-20 Februari 2026

Ilustrasi pelajar sekolah. (Foto: istimewa)

Jakarta, NU Online

 

Pemerintah pusat telah menetapkan skema kegiatan pembelajaran selama Ramadhan 2026. Berdasarkan hasil rapat tingkat menteri (RTM) pembelajaran akan terdiri atas pembelajaran di luar sekolah, pembelajaran tatap muka, serta libur Idul fitri.

 

"Ramadhan adalah momentum pendidikan karakter. Karena itu, pembelajaran kita arahkan untuk memperkuat nilai keagamaan sesuai agama dan keyakinan murid. Ini sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial dan kebiasaan positif," ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam keterangannya, dilansir laman resmi PMK.

 

Kebijakan pemerintah pusat ini selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah melalui aturan teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

 

Selama Ramadhan, pembelajaran tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman keagamaan bagi seluruh siswa.

 

"Siswa Muslim akan mengikuti kegiatan tadarus Al-Qur'an, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang berorientasi pada penguatan iman dan takwa,”kata Pratikno.

 

Sementara itu, siswa non-Muslim tetap mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan keagamaan sesuai keyakinan masing-masing.

 

Menko PMK juga mencontohkan berbagai kegiatan sosial dan edukatif yang dapat dilakukan selama Ramadhan, seperti berbagi takjil, penyaluran zakat dan donasi, serta kompetisi keagamaan, termasuk lomba azan dan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).

 

"Ramadhan ramah anak harus diisi dengan aktivitas yang membangun karakter, termasuk gerakan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, gerakan satu jam tanpa gawai, dan kegiatan positif lainnya," ujarnya.

 

Berikut jadwal pembelajaran dan libur sekolah selama Ramadhan 2026:

 
  • Libur awal puasa: 18–20 Februari 2026
  • Pembelajaran tatap muka: 23 Februari–16 Maret 2026
  • Libur pasca-Ramadhan: 23–27 Maret 2026
 

Sejalan dengan persiapan memasuki bulan Ramadhan, Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) turut merilis data hilal untuk penentuan awal Ramadhan 1447 H.

 

Berdasarkan Informasi Hilal Awal Ramadhan 1447 H, posisi hilal pada 29 Sya’ban 1447 H yang bertepatan dengan Selasa Kliwon, 17 Februari 2026, masih berada di bawah ufuk.  

 

Tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh dengan tinggi hilal mar’ie  -1 derajat 41 menit. Sementara ketinggian hilal terkecil terjadi di Jayapura, Provinsi Papua dengan tinggi hilal mar’ie -3 derajat 12 menit.

 

Adapun di titik Jakarta dengan markaz Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat (koordinat 6º 11’ 25” LS 106º 50’ 50” BT), tinggi hilal adalah -1 derajat 44 menit 39 detik dengan letak matahari terbenam pada 12 derajat 03 menit 24 detik selatan titik barat. Sementara ijtimak (konjungsi) terjadi pada Selasa Kliwon, 17 Februari 2026 M pukul 19:02:02 WIB.

 

Penghitungan atas data ini dilakukan dengan metode falak (hisab) tahqiqi tadqiki ashri kontemporer khas Nahdlatul Ulama.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang