Pentingnya Masyarakat Siap Siaga Hadapi Banjir, dari Pra-Bencana hingga Pemulihan
NU Online · Senin, 29 September 2025 | 13:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Banjir masih menjadi bencana alam dengan jumlah kejadian tertinggi di Indonesia. Berdasarkan Data Bencana Indonesia 2024 yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tercatat banjir terjadi sebanyak 1.420 kali.
Dampaknya, sebanyak 208 orang meninggal dunia, 27 orang hilang, 10.920 orang mengalami luka-luka, dan 6.301.056 orang terpaksa mengungsi.
Dalam Buku Saku BNPB berjudul Tanggap Tangkas Tangguh Menghadapi Bencana (2019) dijelaskan bahwa banjir biasanya terjadi akibat curah hujan yang turun terus menerus sehingga menyebabkan air sungai, danau, laut, atau drainase meluap karena melampaui daya tampungnya.
“Peristiwa banjir sangat bersifat lokal, sehingga masyarakat di wilayah rawan seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, dan Bandung diimbau aktif memberikan informasi ketinggian air melalui media sosial agar dapat membantu upaya penanganan,” demikian keterangannya yang diakses NU Online pada Senin (29/9/2025).
BNPB menguraikan tiga tahapan kesiapsiagaan bencana banjir yang harus diperhatikan masyarakat, yakni pra-bencana, saat bencana, dan pasca-bencana.
Pra-bencana
- Mengetahui istilah peringatan banjir, seperti Siaga I hingga Siaga IV, serta langkah yang harus diambil.
- Mengenali tingkat kerentanan tempat tinggal terhadap banjir.
- Memahami jalur air banjir yang berpotensi melintasi lingkungan.
- Menyiapkan rencana evakuasi, termasuk rute menuju tempat lebih tinggi.
- Mengamankan instrumen listrik dan gas agar tidak menimbulkan bahaya.
- Menyimpan dokumen penting di lokasi yang aman.
Saat Bencana
- Memantau informasi resmi terkait banjir untuk meningkatkan kewaspadaan.
- Segera evakuasi ke lokasi aman dan lebih tinggi jika banjir terjadi.
- Waspada arus bawah, kubangan, saluran air, atau genangan.
- Amankan rumah dengan menaruh barang berharga di tempat lebih tinggi.
- Matikan jaringan listrik bila ada instruksi, dan hindari menyentuh peralatan listrik saat berada di air.
- Patuhi perintah evakuasi, hindari berjalan di arus air yang deras.
- Jika harus berjalan di air, gunakan tongkat untuk memastikan pijakan aman.
- Waspada kemungkinan banjir bandang yang datang tiba-tiba.
Pasca-bencana
- Hindari kontak dengan air banjir yang berpotensi tercemar.
- Waspadai instalasi listrik yang rusak.
- Hindari area yang baru surut karena tanah bisa ambles.
- Kembali ke rumah hanya setelah ada instruksi resmi.
- Perhatikan kesehatan keluarga dengan selalu menjaga kebersihan diri.
- Ikuti informasi terbaru mengenai kondisi air dan lokasi bantuan.
- Segera periksa kesehatan di fasilitas terdekat bila diperlukan.
- Bersihkan rumah dan lingkungan dari sisa banjir.
- Lakukan pemberantasan sarang nyamuk untuk mencegah penyakit.
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
6
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
Terkini
Lihat Semua