Pesan KH Nurul Huda Djazuli untuk Perempuan yang Sedang Mencari Calon Suami
NU Online · Kamis, 2 Maret 2023 | 16:45 WIB
Syarif Abdurrahman
Kontributor
Kediri, NU Online
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri KH Nurul Huda Djazuli mewanti-wanti perempuan yang sedang mencari suami untuk mendahulukan sosok yang alim, berilmu.
“Anak perempuan, kalian kalau cari suami, cari yang 'alim, berilmu, yang ilmiyah amaliyah - amaliyah ilmiyah,” jelasnya saat Haflah Attasyakkur ala Ikhtitami Alfiyah Ibni Malik Pesantren Al-Falah Putri Ploso, Senin pekan lalu.
Menurut Kiai Nurul Huda, sosok suami dalam hubungan keluarga sangatlah penting sebagai kepala keluarga. Oleh karena perannya yang begitu penting, sebelum menikah harus dipilih yang benar.
“Jangan sampai milih suami itu sak-sak'e (semau-maunya), sak kecekele (asal kepegang), benar-benar dipilih,” kata Kiai Nurul Huda.
Kiai Huda menambahkan, sosok suami memiliki wewenang dalam menentukan arah jalur sebuah keluarga. Kewenangan talak juga berada di tangan seorang lelaki.
“Soalnya, sosok lelaki itu penting dalam rumah tangga, sebab nasab diambil dari jalur lelaki. Yang disebutkan dalam tingkatan nasab adalah ayah dan ayah,” ujarnya.
Meskipun sosok suami penting, peran seorang ibu juga tidak bisa dikecilkan. Oleh karenanya calon ibu rumah tangga juga harus dibekali ilmu.
Banyak tokoh yang setelah cerai dengan istrinya kebingungan mencari ganti yang sama. Karena keistimewaan seorang. Nyai Rodliyah adalah contoh perempuan yang berilmu dan pejuang.
“Sosok ibu tidak kalah pentingnya. Bapak ibu nanti lihat hasil belajar putrinya. Yang prinsip, doakan mereka jadi ahli ilmi dan khair serta bertakwa kepada Allah,” pinta Kiai Nurul Huda.
Baginya, ketika suami-istri adalah ahli ilmu maka dalam syiar dan dakwah saling mendukung. Saling suport dalam keluarga hingga menyebarkan ilmu.
“Baiknya, kiai mengaji lalu didukung sama bu nyai. Ngaji disuguhi kopi,” ujarnya.
Senada dengan Kiai Nurul Huda, dalam sambutan perwakilan santri atas nama Chasna Naylifur binti H Abdurrahman Al-Kautsar mengatakan bahwa ilmu ibarat gadis cantik yang tertutup dari lelaki manapun. Butuh keseriusan dan etika untuk mendapatkannya.
“Dawuh romo kiai selalu kami ingat. Ilmu adalah sesuatu yang berharga. Di mana sesuatu yang berharga tidak mungkin diraih dengan cuma-Cuma,” tandasnya.
Haflah Attasyakkur ala Ikhtitami Alfiyah Ibni Malik Pesantren Al-Falah Putri Ploso ini diikuti oleh kelas 3 Tsanawiyah. Ikut hadir serta KH A Bahauddin, KH M Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), Muhaimin Iskandar, dan Ning Jazilah Annahdliyah.
Kontributor: Syarif Abdurrahman
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
2
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
3
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa: Idul Fitri Dinten Ganjaran lan Kabingahan
Terkini
Lihat Semua