Prediksi Cuaca 4-5 Juni 2026, Sebagian Wilayah Indonesia Masuki Musim Kemarau
NU Online · Kamis, 4 Juni 2026 | 11:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Memasuki awal Juni 2026, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa sebagian wilayah Indonesia mulai berada pada musim kemarau, namun kondisi cuaca di sejumlah daerah masih diwarnai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.
Prakirawan BMKG, Nur M. Rizky, menjelaskan bahwa pada awal Juni angin timuran mulai aktif dan memengaruhi kondisi atmosfer Indonesia. Aktivitas tersebut diperkuat oleh sejumlah gelombang atmosfer yang diprediksi aktif selama Dasarian I Juni 2026.
“Memasuki awal Juni, angin timuran diprediksi aktif dengan belokan angin di sekitar wilayah Ekuator. Beberapa gelombang atmosfer juga diprediksi aktif di wilayah Indonesia selama Dasarian 1 Juni 2026,” jelasnya pada Rabu (3/6/2026).
Rizky menjabarkan bahwa fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) masih aktif di fase enam dan tujuh di sekitar Samudra Pasifik bagian barat dan diperkirakan bertahan hingga akhir Dasarian 1 Juni 2026 menuju fase delapan.
“Sementara tutupan awan di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi lebih sedikit dibandingkan kondisi klimatologis normalnya,” katanya.
BMKG juga mencatat adanya anomali suhu permukaan laut yang mengarah pada peluang terbentuknya fenomena El Nino. “Nilai indeks Nino 3.4 menunjukkan kondisi hangat yang melewati batas netral. BMKG memprediksi adanya peluang El Nino,” ujar Rizky.
Ia menjelaskan bahwa jumlah Zona Musim (ZOM), sebanyak 28,6 persen wilayah Indonesia atau 200 ZOM telah memasuki musim kemarau.
Wilayah yang mengalami musim kemarau meliputi sebagian kecil Aceh, sebagian kecil Sumatera Utara, sebagian kecil Riau, sebagian Kepulauan Riau, Banten bagian utara, sebagian wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat bagian utara, sebagian Jawa Tengah, sebagian Jawa Timur, sebagian Bali, sebagian besar Nusa Tenggara Barat, sebagian besar Nusa Tenggara Timur, sebagian Gorontalo, sebagian Sulawesi Tengah, sebagian kecil Sulawesi Barat, sebagian kecil Sulawesi Selatan, sebagian Sulawesi Tenggara, sebagian Maluku, serta sebagian kecil Papua Selatan.
Meski demikian, Rizky mengungkapkan bahwa sebanyak 55,2 persen atau 386 ZOM masih diprediksi mengalami hujan dengan kategori rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa musim kemarau tahun ini belum sepenuhnya mendominasi wilayah Indonesia.
Prediksi hujan pada 4 Juni 2026
Hujan sedang hingga lebat berpotensi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.
Sementara itu, hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Maluku Utara dan Maluku. Adapun peringatan dini angin kencang berlaku untuk Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Prediksi hujan pada 5 Juni 2026
Hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Jawa Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua. Status siaga hujan lebat hingga sangat lebat ditetapkan untuk Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Maluku.
Selain itu, potensi angin kencang diperkirakan terjadi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
BMKG memastikan tidak terdapat wilayah di Indonesia yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi maupun kekeringan meteorologis dengan klasifikasi “Awas” pada dasarian ini.
“Kondisi ini menunjukkan bahwa transisi menuju musim kemarau masih berlangsung secara bertahap, dengan karakter cuaca yang berbeda-beda di setiap wilayah akibat pengaruh dinamika atmosfer yang masih aktif,” pungkas Rizky.
Terpopuler
1
Hakim Praperadilan Putuskan Polda Metro Jaya Lanjutkan Proses Hukum Andrie Yunus
2
Innalillah Sesepuh Buntet Pesantren dan Rais Syuriyah PBNU KH Adib Rofiuddin Izza Meninggal Dunia
3
Ketum PBNU: Kiai Adib Mewakafkan Diri untuk Jam'iyyah dan Jamaah
4
Copot Dadan Hindayana, Presiden Prabowo Tunjuk Naniek S Deyang Jadi Kepala BGN
5
Munas-Konbes NU Dijadwalkan 19-21 Juni, PBNU Pertimbangkan Tiga Pesantren
6
Sembilan Hari Jelang Pembukaan Piala Dunia 2026, Timnas Iran Menunggu Visa dari Meksiko
Terkini
Lihat Semua