Prof Quraish Shihab Ungkap Pentingnya Bangun Hubungan Harmonis dengan Alam
NU Online · Selasa, 2 November 2021 | 16:30 WIB
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Pendiri Pusat Studi Qur'an (PSQ) Prof Quraish Shihab menyebutkan bahwa menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan adalah sebuah keharusan, salah satunya dengan menyeimbangkan antara pendayagunaan manusia akan sumber daya alam.
“Agama mengajarkan perlunya keseimbangan sehingga lahir tuntunan-tuntunan. Kebersihan air, sanitasi, dan tidak kurang pentingnya sekarang makanan dan minuman jangan mubazir. Mubazir itu saudaranya setan,” ungkapnya dalam tayangan Shihab & Shihab, Senin (1/11/2021).
Terkait mubazir, ia menyoroti banyaknya sampah makanan yang diproduksi oleh manusia. Ia menjelaskan, berlebihan makanan yang membawanya menjadi sampah memiliki dampak besar pada lingkungan. Hal tersebut merupakan sebuah tindakan penghabisan sumber daya alam dengan menyia-nyiakannya.
“Karena itu, pesan agama jangan membeli yang kamu tidak butuhkan. Jangan masak yang tidak akan kamu habiskan, kecuali kamu kasih orang lain. Memelihara lingkungan ini perlu dan itulah tuntunan agama,” tutur penulis Tafsir Al-Misbah tersebut.
Menurut Prof Quraish Shihab, banyak sekali dijumpai dalam Al-Qur’an dan sunnah yang berbicara terkait menjaga lingkungan. Dijelaskan bahwa hubungan antara manusia dengan alam haruslah harmonis. Berbeda dengan filsafat lain yang mengatakan ‘Pergilah dan taklukanlah bumi’, Al-Qur’an justru menerangkan kepada manusia untuk menjadi khalifah di muka bumi.
Makna khalifah sendiri, sambungnya, berarti mengelola dan mengantarnya kepada tujuan penciptaannya. Berbeda dengan makna ‘taklukan’ yang cenderung bernada pemaksaan. Alam memang takluk kepada bumi. Tetapi, bukan manusia yang menaklukan, yakni Allah swt yang menundukan untuk manusia bertugas menjadi khalifah di bumi.
“Karena itu dikatakan begini, kita lihat kembang mekar, indah. Jangan mencabut kembang sebelum mekar. Jadi, ada hubungan kasih,” kata alumnus doktoral Universitas Al-Azhar Kairo Mesir ini.
Disebutkan, ulama terdahulu mengatakan jika ada lima tujuan agama, yaitu memelihara jiwa, memelihara akal, memelihara jasmani, memelihara keturunan, dan memelihara harta benda. Berkaca pada kondisi 50-60 tahun ke belakang yang belum menghadapi persoalan lingkungan separah saat ini, Prof Quraish menyebut bahwa dari lima tujuan tersebut, kini ada satu yang kemudian menjadi sorotan: memelihara lingkungan.
“Tanpa memeliharaa lingkungan, kita menganiaya generasi yang akan datang,” ujarnya.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua