Gorontalo, NU Online
Bulan Ramadhan yang seharusnya penuh makna ibadah bagi kaum muslimin, disadari atau tidak, telah menjadi ajang perebutan ekonomi berbagai kepentingan industri kapital, kata sosiolog dari Universitas Negeri Gorontalo, Funco Tanipu, Rabu.
<>
"Ramadhan telah menjadi ajang perebutan ekonomi para perusahaan besar, media massa, bahkan negara dan elit politik dalam rangka mengejar kepentingannya masing-masing," kata pengajar di Fakultas Ilmu Sosial UNG ini.
Menurut dia, Ramadhan menjadi satu momentum bagi perusahaan besar untuk meningkatkan intensitas promosi, menawarkan produk yang dibalut nuansa Ramadhan, mulai sepeda motor, rokok, ponsel, bahkan sekedar sirup atau biskuit.
Seringkali, kata dia, pencitraan yang sengaja diciptakan oleh industri, adalah mengenai kemenangan yang dapat diraih dengan mengkonsumsi produk yang mereka jual.
"Padahal, tujuannya tidak lain adalah keuntungan finansial yang besar dari mata rantai industri ini," kata dia.
Ia mengatakan, "industri Ramadhan" juga bahkan merasuk dalam penampilan setiap muslim, mulai dari busana atau aksesoris yang dia kenakan, yang itu lantas dianggap menjadi ciri khas Ramadhan.
Fenomena tersebut, menurut dia, cukup berpotensi menimbulkan "keterasingan", dimana makna terdalam bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi milik individu setiap muslim, berubah menjadi komoditas bernilai jual tinggi.
"Kita harus sadar secara pribadi, mengkonsumsi suatu produk itu wajar, asalkan tidak berlebihan hingga memposisikan diri kita sendiri sebagai korban dari industri kapital," tutupnya.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Innalillahi, Prof KH Syukron Makmun Pengasuh Pesantren Daarul Rahman Jakarta Wafat
2
Gus Faiz Ceritakan Wasiat dan Keinginan KH Syukron Makmun sebelum Wafat
3
Judi Online, Racun Keharmonisan Keluarga dan Kesehatan Mental
4
Kapolri Suyudi Sambangi Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Pesantren Miftachussunnah dan Tebuireng
5
Presiden Prabowo Setujui Bantuan Asing untuk Penanganan Karhutla
6
TGH Turmudzi Badaruddin: NU dan PBNU Saklawase
Terkini
Lihat Semua