Nasional

Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan, Berikut 3 Niat Itikaf di Masjid

NU Online  ·  Selasa, 10 Maret 2026 | 06:00 WIB

Sambut 10 Hari Terakhir Ramadhan, Berikut 3 Niat Itikaf di Masjid

Ilustrasi itikaf di Masjid Istiqlal. (Foto: NU Online/Freepik)

Jakarta, NU Online

Bulan Ramadhan 1447 H mulai memasuki 10 hari terakhir pada Selasa (10/3/2026) malam Rabu ini. Hari-hari terakhir bulan kesembilan tahun Hijriah ini perlu disambut setiap Muslim dengan menjalani itikaf di masjid. Ibadah ini merupakan berdiam dan menunaikan berbagai amalan ibadah di dalamnya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah swt dan meraih lailatul qadar.


Sebagaimana ibadah pada umumnya, dalam menjalankan itikaf juga diwajibkan untuk niat. Wakil Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) Ustadz Alhafiz Kurniawan menyampaikan bahwa setidaknya, ada dua alternatif pilihan niat itikaf. Hal ini sebagaimana dikutip dari artikelnya berjudul Ini Lafal Niat Itikaf yang dikutip pada Selasa (10/3/2025).


Pertama, niat yang bersumber dari kitab Tuhfatul Muhtaj dan Nihayatul Muhtaj. Berikut lafal niat itikaf dari dua kitab tersebut.


نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ مَا دُمْتُ فِيهِ


Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi mā dumtu fīh.


Artinya, “Saya berniat itikaf di masjid ini selama saya berada di dalamnya.”


Adapun lafal lain niat itikaf yang dapat digunakan adalah merujuk pada Kitab Al-Majmu’ karya Imam An-Nawawi sebagai berikut.


نَوَيْتُ الاِعْتِكَافَ فِي هذَا المَسْجِدِ لِلّهِ تَعَالى


Nawaitul i’tikāfa fī hādzal masjidi lillāhi ta‘ālā.


Artinya, “Saya berniat i’tikaf di masjid ini karena Allah swt.”


Ustadz Alhafiz menegaskan bahwa niat itikaf ini tidak cukup hanya dilafalkan dengan lisan, tetapi membaca dalam hati menjadi intinya.


"Jangan lupa niat itikafnya sendiri di dalam hati," tulis Ustadz Alhafiz.


Selain dua niat di atas, Ustadz Tatam Wijaya menyertakan niat itikaf bagi orang yang menadzarkannya. Niat itikaf karena nadzar ini berbeda dengan dua niat di atas mengingat hukumnya juga yang bukan lagi sunnah, tetapi sudah menjadi wajib.


Berikut niat itikaf karena nadzar sebagaimana termaktub dalam artikel berjudul Tata Cara Itikaf dan Keutamaannya di Bulan Ramadhan.


  نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ فَرْضًا للهِ تَعَالَى 


Nawaitu an a‘takifa fī hādzal masjidi fardhan lillāhi ta‘ālā.


Artinya, “Aku berniat i’tikaf di masjid ini fardhu karena Allah.” 

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang