Sambut Muktamar Ke-34 NU, KH Afifuddin Muhajir Tulis Syair Berbahasa Arab
NU Online · Selasa, 5 Oktober 2021 | 04:00 WIB
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir (Foto: Ma'had Aly Sukorejo Situbondo)
Alhafiz Kurniawan
Penulis
Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Afifuddin Muhajir menggubah syair berbahasa Arab menjelang Muktamar Ke-34 NU yang rencananya diselenggarakan pada 22-25 Desember 2021. Kiai Afif menulis syair ini dalam rangka menyambut Muktamar NU 2021.
Kiai Afif menaruh harapan pada Muktamar Ke-34 NU sebagai forum tertinggi dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Ia berharap agar forum Muktamar NU ini memberikan dampak yang signifikan bagi perbaikan umat baik duniawi maupun ukhrawi. Ia mengungkapkan harapan tersebut melalui syair yang digubahnya dalam Bahasa Arab.
“Dilatari harapan, Muktamar Ke-34 NU membawa berkah dan manfaat dunia dan akhirat,”kata Kiai Afifuddin Muhajir kepada NU Online, Selasa (5/10/2021) pagi.
Syair karya Kiai Afifuddin Muhajir ini terdiri atas 20 larik. Ia terdiri atas 92 kata. Syair ini memiliki struktur yang lengkap. Ia terdiri atas pembuka, isi, dan penutup.
Pembuka syair ini berisi pujian kepada Allah dan shalawat Nabi. Sedangkan isinya memuat pengakuan atas anugerah Allah untuk masyarakat Indonesia yang mayoritas beragama Islam. Bagian isi ini memuat harapan agar indeks kebahagiaan masyarakat Indonesia meningkat dan mereka diberikan keberkahan.
Bagian isi ini juga berisi harapan agar Indonesia menjadi kuat dan bangkit berkat kontribusi orang-orang Nahdliyin. Ia juga memuat kedudukan NU sebagai jalan bagi umat Islam untuk mencapai ridha Allah swt, yaitu sebuah organisasi yang didirikan oleh ulama, ahli fiqih, dan ahli makrifat/para wali. Pada bagian isi, Kiai Afif menyebut KH Hasyim Asyari sebagai guru pendahulu.
Pada bagian akhir, Kiai Afif mendoakan mereka yang berkhidmah dan bekerja dengan ikhlas untuk gerakan NU. Adapun penutupnya memuat doa kepada Allah agar Dia menguatkan persatuan masyarakat di bawah pimpinan yang berintegritas.
Sebentar lagi, kata Kiai Afif dalam syairnya, pengurus dan ulama NU akan berkumpul untuk membahas persoalan penting seputar keagamaan, kebangsaan, internasional, dan keorganisasian.
"Dengan Muktamar Ke-34 ini, NU tetap berperan sebagai benteng aqidah Aswaja, pengawal moral, dan penyangga NKRI," kata Kiai Afif.
Pewarta: Alhafiz Kurniawan
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua