Nasional

Soroti Kasus Andrie Yunus, GNB Angkat Kembali Nilai Kemanusiaan ala Gus Dur

NU Online  Ā·  Rabu, 8 April 2026 | 11:00 WIB

Soroti Kasus Andrie Yunus, GNB Angkat Kembali Nilai Kemanusiaan ala Gus Dur

Tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB), Lukman Hakim Saifuddin saat jumpa pers di Kantor KontraS, Jakarta, Selasa (7/4/2026). (Foto: tangkapan layar kanal Youtube KontraS)

Jakarta, NU Online

Tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB), Lukman Hakim Saifuddin menyoroti kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.Ā 


Lukman kembali mengangkat nilai-nilai kemanusiaan yang telah diajarkan dari Presiden Keempat RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Ia menyiratkan bahwa Gus Dur pernah berpesan bahwa kekuasaan yang anti kritik dan koreksi akan selalu mengorbankan manusia.


"Pesan Gus Dur atas kejadian Andrie Yunus padahal Gus Dur pernah menyerukan "yang utama dari politik adalah kemanusiaanā€," katanya saat jumpa pers di Kantor KontraS, Jakarta, Selasa (7/4/2026).


Selain akan mengorbankan manusia, kata Lukman, pemerintah yang anti kritik pada akhirnya akan kehilangan basis legitimasi moral atas makna berbangsa dan bernegara.Ā 


"Dalam konteks kekerasan yang dihadapi Andrie dan KontraS hari ini, terlihat indikasi adanya upaya kuat, sistematis dan terorganisasi bahwa Andrie menjadi target percobaan pembunuhan berencana," kata Menteri Agama RI periode 2014-2019.


Bahkan, Lukman juga menerangkan bahwa kasus Andrie Yunus adalah salah satu bukti sejarah yang paling ironi dan vulgas pasca peristiwa pada 1998.


"Negara tidak berhasil melindungi orang-orang muda yang justru gigih menjaga nurani bangsa. Serangan ini tampaknya dimaksudkan untuk menimbulkan efek gentar," katanya.


Lebih lanjut, ia menilai determinasi kaum muda yang dibalut dengan kekecewaan, dapat berkembang menjadi konsekuensi yang harus diterima oleh pemerintah.


Keadaan terkini Andrie YunusĀ 

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Zumrotin Susilo, memaparkan bahwa Andrie Yunus saat ini masih menjalani perawatan usai terkena air keras sehingga menyebabkan luka bakar sekitar 20 persen, trauma kimia pada mata kanan dengan tingkat tiga pada fase akut.


"Kondisi tersebut menyebabkan penurunan tajam penglihatan serta kerusakan pada permukaan kornea," katanya.


Serangan terhadap Andrie Yunus, katanya, adalah serangan kekerasan yang ditargetkan untuk generasi muda Indonesia yang kerap hanya dikategorikan sebagai bonus demografi belaka.


"Andrie Yunus, 27 Tahun, adalah figur dari Generasi Z Republik Indonesia. Usianya saat ini sama dengan negara saat menurunkan otoritarianisme Orde Baru," katanya.


Mengutip keterangan yang diterima NU Online, GNB meminta agar pemerintah perlu menjawab situasi hari ini dengan tanggung jawab moral dan politik yang nyata. Mereka juga melampirkan tuntutan, diantaranya;


Pertama, membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta yang bekerja transparan, akuntabel, dan bebas intervensi; melibatkan profesional dari unsur pemerintah dan masyarakat sipil.


Kedua, ketentuan transisional seperti Pasal 74 UU TNI dicabut, agar asas kesetaraan di hadapan hukum sungguh-sungguh berlaku bagi semua warga, termasuk ketika anggota militer diduga terlibat dalam serangan terhadap warga sipil.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang