Jombang, NU Online
Penerapan Ahlull Halli wall Aqdi atau Ahwa dalam memilih pucuk pimpinan PBNU (Rais Aam) masih belum dipastikan mengingat masih adanya Perwakilan Wilayah dan Cabang yang menolak sistem ini.<>
Hal ini ditanggapi santai oleh salah seorang anggota tim 9 perumus Ahwa dari NTB DR. H. Masnun Tahir, MA. Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada muktamirin.
"Tergantung peserta muktamar, tugas kami hanya merumuskan sesuai tugas yang diberikan oleh PBNU," katanya kepada NU Online di sela-sela pembukaan acara muktamar di alun-alun Jombang Jawa Timur, Sabtu (1/8) malam).
Seperti diwartakan, konsep Ahwa pernah dibahas dalam agenda pramuktamar di Mataram, NTB. Secara konsep, kata Direktur Pasca Sarjana IAIN Mataram ini sudah bisa diterima. Hingga kini tetap dilanjutkan oleh Panitia Pusat.
"Konsepnya itu sudah kuat kok, juga dilengkapi dengan dalil-dalil serta juga dikaji dengan aspek sosial serta historis ke-NU-an dan lain-lainnya," jelas Masnun yang juga wakil Rais Suriyah PWNU NTB ini. (Samsul Hadi/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
3
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
4
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
5
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
6
Enam Ruko di Lokasi Pembukaan Muktamar Ke-35 NU Dibongkar, Pedagang Dapat Kompensasi
Terkini
Lihat Semua