Bogor, NU Online
Univeritas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) bertekad menjadi kampus terbaik di lingkungan Nahdlatul Ulama pada tahun 2025. Hal itu ditandaskan melalui rapat kerja Unusia pada 28-29 Agustus di Kampus B, Bogor, Jawa Barat.
Dalam sambutannya, Prof Maksum Machfoedz, Rektor Unusia, menegaskan bahwa upaya untuk menuju kampus yang memiliki kualitas dan mutu terbaik terus dilakukan melalui pelbagai program unggulan.
"Kami serius dan borkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan tinggi yang berorientasi pada mutu. Mulai dari input, proses, out put, dan out come, kita berpegang pada orientasi mutu," kata Prof Maksum.
Orientasi pengembangan yang berpegang pada perbaikan mutu ini dilakukan dengan pelbagai upaya pengembangan, baik dari sisi suprastruktur sistem perkuliahan hingga infratruktur penunjang pembelajaran.
"Kami sudah menerapkan perkuliahan yang ramah teknologi. Proses perkuliahan sudah berbasis online. Mahasiswa bisa mengakses bahan kuliah dan mendiskusikan dengan dosen melalui sistem yang telah kami kembangkan," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Raker 2020 Unusia, Dwi Winarno menegaskan bahwa pemilihan tema 'Menjadi universitas Nahdlatul Ulama terbaik di tahun 2025' diupayakan melalui salah satunya perbaikan kinerja dan peningkatan kualitas SDM.
"Kami meyakini bahwa dengan disiplin yang tinggi dan berpedoman pada orientasi mutu, Unusia akan menjadi kampus terbaik di lingkungan NU pada tahun 2025. Itu semua terlah kami perhitungkan dengan pelbagai indikator dan target capaian yang harus terus kita upayakan," tegasnya.
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Muktamar Ilmu Pengetahuan 2026 di UIN Sunan Kudus Perkuat Konsolidasi Ilmuwan NU untuk Transformasi Sosial
2
Pemadaman Listrik dan Pergeseran Tanggung Jawab Negara atas Barang Publik
3
Gempa Magnetudo 5,6 Guncang Pacitan, Terasa hingga Yogyakarta
4
Muktamar Ilmu Pengetahuan IV Dorong Lahirnya Gagasan Strategis untuk Bangsa
5
Mulai 1 Juli 2026, Kemenhaj Alihkan Seluruh Penerbangan Umrah dan Haji Khusus ke Terminal 2F
6
Kapten Timnas Iran Kritik FIFA, Sebut Piala Dunia 2026 'Bencana' dan Berjalan Tidak Adil
Terkini
Lihat Semua