Innalillahi, Ahli Falak Magelang KH Misbachul Munir Wafat
NU Online · Rabu, 11 November 2020 | 21:00 WIB
Ahmad Hanan
Kontributor
Magelang, NU Online
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Warga NU Kabupaten Magelang, Jawa Tengah berduka. KH Misbachul Munir yang dikenal sebagai sosok yang sangat ahli di bidang ilmu Falak meninggalpada Selasa (10/11).
Menurut keterangan yang diperoleh NU Online dari pihak keluarga, sosok yang juga merupakan Pengasuh Pesantren Markazul Falakiyyah Salamkanci, Magelang ini wafat pada usia 78 tahun dan akan dimakamkan di Makam Umum Pakuncen Dusun Semali Salamkanci, Magelang pada Rabu (11/11) pukul 10.30 WIB.
Wakil Katib Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Magelang KH Abdul Aziz Idris kepada NU Online, Rabu (11/11) menuturkan bahwa Mbah Munir merupakan sosok yang cukup unik. Menurutnya keunikan itu disebabkan oleh pribadi yang sudah akrab dengan Ilmu Falak semenjak masih usia anak-anak.
"Ketika sebagian santri dan kiai menganggap falak sebagai momok, KH Misbachul Munir justru mengakrabi ilmu astronomi itu sejak masih anak-anak," ungkapnya.
Bahkan, sosok Mbah Munir saat pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) NU di Pesantren Krapyak Yogyakarta termasuk salah satu yang vokal pada agenda NU itu.
"Saat Munas NU di Krapyak, beliau termasuk yang vokal sehingga beliau ditarik ke Lembaga Falakiyah PBNU. Alasannya karena beliau saat itu hampir hafal ibarot-ibarot kitab yang dibuat argumentasi saat bahtsul masail," jelasnya.
Selain itu, keunikan lain dari Mbah Munir adalah dukungannya kepada santri yang mengikuti ngaji kilatan kepadanya. "Hal unik lain dari beliau adalah ketika ada santri yang ngaji kilatan dengan beliau, santri tersebut akan diajari dari setelah Isya' sampai waktu Subuh," terang Kiai Aziz.
"Kitab yang dibuat ngaji saat itu adalah kitab karangan beliau. Sekalipun ngajinya semalaman, tetapi tidak ada santri yang ngantuk karena beliau selingi dengan cerita-cerita dan bahkan pemberian ijazah amalan tertentu," pungkasnya.
Semoga Allah memberikan ampunan terhadap dosa beliau dan melapangkan kuburnya. Aamiin. Lahu Alfatihah.
Kontributor: Ahmad Hanan
Editor: Abdul Muiz
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua