Martapura, NU Online
Kiai Haji Haderawi bin KH Kaderi Yusuf adalah Mustasyar PWNU Kalimantan Selatan. Ia lahir di Sungai Luang, Kecamatan Babirik, Amuntai, Kalimantan Selatan, Senin, 25 Juli 1955 M. Ia juga adalah Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam, di Tatah Bangkal Luar.
Semasa muda Kiai Haderari belajar pada beberapa guru, di antaranya KH Dahlan (Amuntai), KH M Yasin dan KH Djamhuri (Nagara), KH Zaini Abdul Ghani (Sekumpul, Martapura) dan KH Abdul Kadir Noor (Kandangan).
Sejak remaja, ia aktif berorganisasi keagamaan. Di antaranya adalah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Duduk di kepengurusan Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan dengan amanah terakhir yang diemban sebagai sebagai Mustasyar.
Di antara kalamnya yang membekas dalam hati masyarakat adalah "Hukum Islam adalah hukum Allah, dan Allah sebagai pencipta alam tahu hikmah di balik pelaksanaan hukum-hukumnya."
Abuya Haderawi tutup usia pada selasa (12/15) dini hari pukul 01:00 WITA. Kabar tersebut tersebar di pesan grup Whatssap berantai yang juga disertai dengan foto jenazahnya.
Kabar tersebut juga beredar di beberapa akun Facebook. "Kembali lagi, Kalimantan Selatan. Banjarmasin khususnya berduka. Telah berpulang kerahmatullah ulama kita Almukarram KH Haderawi. Semoga Allah tempatkan beliau di surga firdausnya berkumpul bersama Rasulullah SAW. Amiiiinn..." demikian beberapa postingan yang tersebar di media sosial.
Konributor: Auzan Mursyidan
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
3
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
6
Iuran Lomba 17 Agustus: Gotong Royong atau Justru Bisa Jadi Judi? Ini Batas Hukumnya
Terkini
Lihat Semua