Logo NU Online Logo NU Online Dark
Lapsus

Warta

Nasional Daerah Internasional Risalah Redaksi Obituari
Fragmen Quran

Keislaman

Khutbah Syariah Sirah Nabawiyah Tafsir Hikmah Nikah/Keluarga
Opini Tokoh Hikmah Download Kesehatan

Lainnya

Cerpen Seni Budaya Ramadhan Pustaka Humor
Logo NU Online Logo NU Online Dark
Lapsus
Warta
Nasional Daerah Internasional Risalah Redaksi Obituari
Fragmen
Quran
Keislaman
Khutbah Syariah Sirah Nabawiyah Tafsir Hikmah Nikah/Keluarga
Opini
Tokoh
Hikmah
Download
Kesehatan
Lainnya
Cerpen Seni Budaya Ramadhan Pustaka Humor
Jatim Jateng Jabar Lampung Jakarta Kepri Banten Jombang
Rabu, 22 Juli 2026
Muktamar Bahagia
Djarum

Will Kymlicka

Lihat Semua
Pustaka
Kewargaan Multikultural

Kewargaan Multikultural

Sudah menjadi kodrat bahwa kehidupan dunia ini bersifat plural, tidak tunggal, baik karena factor alam, factor sejarah, factor social maupun politik, karena itu perwatakan kehidupan menjadi multicultural, karena masing-masing komunitas mengekpresikan aspirasinya sesuai dengan lingkungan budaya masing-masing. Adalah ulah manusia yang hegemonic yang berusaha menumpas multikulturalisme, baik atas nama kemurnian ideologi, kesatuan agama, keutuhan dinasti atau kemurnian ras. Dalam cara pandang itu semua komunitas yang diluar dirinya dianggap ancaman, karena itu harus ditaklukkan kalau perlu dihancurkan, di situlah kolonialisme dan imperialisme kebudayaan dimulai.>Buku karangan Will Kymlicka, ini berusaha menguraikan bagaimana ketegangan antar kelompok, ras, etnis atau agama, yang terjadi di Barat. Bahwa perkembangan masyarakat Barat sangat berbeda dengan masyarakat Timur yang bertahap, maka Barat dengan mesin kolonialisme dengan persenjataan yang lengkap mampu menciptakan komunitas baru melalui penaklukan. Dalam penaklukan itu etnis setempat dihancurkan, sehingga hampir punah. Bagaimana nasip orang Aborigin di Australia, etnis Mauri di New Zealand, Indian di Amerika dan Kanada dan berbagai ras yang hampir punah di Amerika Latin, karena kedatanagan penjajah Eropa yang berkulit puti. Penaklukan daerah frontier oleh par

Sabtu, 17 Juni 2006 | 10:44 WIB

Terpopuler

Lihat Semua

1

Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara

2

Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan

3

Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026

4

Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung

5

Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah

6

Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?

Terkini

Lihat Semua
Nasional

Hari Anak Nasional 2026, Ratusan Anak Jalanan Diajak Tur Istana Negara

Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Nasional

Kongres Umat Islam Indonesia Bakal Digelar di Jakarta, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tambang OrmasĀ 

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:00 WIB

Nasional

PP Muslimat NU Sosialisasikan Program MUSTIKA MESEM, Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Selasa, 21 Juli 2026 | 20:00 WIB

Internasional

Piala Dunia 2026 Selesai: Ciptakan Sejarah, Kontroversi, dan Transformasi Sepak Bola Global

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:00 WIB

Nasional

Muslimat NU Gandeng YAICI Tingkatkan Literasi Gizi Keluarga, Percepat Penurunan Stunting

Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

Superapp

Terpopuler

Lihat Semua

1

Diskusi Kabla Muktamar Ke-35 di Unusia: Pengendali NU Kian Anonim, Perlu Menjaga Jarak dari Intervensi Negara

2

Akui Dapat Banyak Kritik, Presiden Prabowo Heran MBG Disebut Pemborosan

3

Pendukung Spanyol Kibarkan Bendera Palestina Sepanjang Turnamen Piala Dunia 2026

4

Gempa 7,3 Magnitudo Guncang Meksiko, Tidak Ada Korban Maupun Kerusakan Langsung

5

Fachry Ali Ulas Muktamar Cipasung 1994 Jadi Perlawanan NU terhadap Intervensi Pemerintah

6

Lowongan Kerja Belum Ramah Difabel, Di Mana Letak Keadilannya?

Terkini

Lihat Semua
Nasional

Hari Anak Nasional 2026, Ratusan Anak Jalanan Diajak Tur Istana Negara

Rabu, 22 Juli 2026 | 07:00 WIB

Nasional

Kongres Umat Islam Indonesia Bakal Digelar di Jakarta, Bahas Hukuman Mati Koruptor hingga Tambang OrmasĀ 

Rabu, 22 Juli 2026 | 06:00 WIB

Nasional

PP Muslimat NU Sosialisasikan Program MUSTIKA MESEM, Perkuat Pemberdayaan Perempuan

Selasa, 21 Juli 2026 | 20:00 WIB

Internasional

Piala Dunia 2026 Selesai: Ciptakan Sejarah, Kontroversi, dan Transformasi Sepak Bola Global

Selasa, 21 Juli 2026 | 17:00 WIB

Nasional

Muslimat NU Gandeng YAICI Tingkatkan Literasi Gizi Keluarga, Percepat Penurunan Stunting

Selasa, 21 Juli 2026 | 16:00 WIB

Superapp

Tentang NU

Sejarah

Syuriyah

Tanfidziyah

Informasi

Redaksi

Kontak Kami

Visi Misi

Pedoman Media Siber

Privacy Policy

Disclaimer

Jaringan Media

Jawa Timur

Jawa Barat

Jawa Tengah

Banten

Lampung

Jakarta

Kepri

Jombang

© 2026 NU Online | Nahdlatul Ulama