Pendekatan Kultural Cegah secara Dini Konflik Keagamaan di Bekasi
NU Online · Rabu, 1 Desember 2021 | 08:30 WIB
Kendi Setiawan
Penulis
Salah satu penelitian yang dilakukan Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) tahun 2021 ini berjudul Peran Penyuluh Agama dalam Upaya Pencegahan Dini Konflik Keagamaan di Kota Bekasi. Peneliti BLAJ, Marpuah, dalam penelitiannya memfokuskan bagaimana pencegahan dini konflik keagaamaan oleh para penyuluh sebagai garda depan moderasi beragama.
Menurut Marpuah, pendekatan kultural dan humanis dilakukan oleh para penyuluh di Kota Bekasi menjadi pendekatan unik di wilayah ini. Salah satunya, memainkan pantun untuk dapat perhatian masyarakat.
"Perlu peningkatan dukungan dari pemerintah baik secara moril maupun materiil bagi para penyuluh agama Non PNS untuk lebih meningkatkan kualitas kinerja penyuluh di masing-masing wilayah binaannya. Juga peningkatan kualitas kerja sama antarunsur terkait dengan penyuluh agama dalam hal upaya pencegahan dini konflik keagamaan," ujar Marpuah saat paparan penelitiannya pada Mei 2021 lalu.
Penelitian lainnya oleh Fikriya Malihah mengangkat judul Mazhab Takfiriyah Menuju Wasathiyah: Peran dan Strategi Penyuluh Agama Islam dalam Dakwah Moderasi di Kota Serang Banten. Fikriya menjelaskan bahwa paham radikal yang tidak ditangani dengan strategi yang tepat akan memicu tindakan ekstrem seperti terorisme. Kendala penyuluh agama saat ini adalah faktor usia, faktor budaya, dan pemahaman terhadap sikap moderat yang berbeda-beda.
Rudy Harisyah Alam dalam pemaparan penelitian mengenai Moderasi Beragama serta Pandangan Sosial Keagamaan dari Eks Napiter di bawah Bimbingan Densus 88 menjelaskan bagaimana penanganan para mantan narapidana teroris yang sudah keluar dari tahanan. Penelitian Rudi menjelaskan faktor ekonomi bukan menjadi pemantik seseorang menjadi ekstremis. Namun, lebih pada faktor ideologis yang menjadi alasan seseorang menjadi ekstremis.
Kepala Balai Litbang Agama Jakarta (BLAJ) Nurudin Sulaiman megatakan, isu Moderasi Beragama merupakan isu yang tetap aktual sampai saat ini. Penelitian ini menjadi penting, agar masyarakat bersama-sama dapat peka dan responsif terhadap lingkungan.
Nurudin menjelaskan para peneliti sudah menjabarkan dari berbagai faktor yang ada dalam ruang lingkup di hasil penelitian ini. Kegiatan penelitian isu-isu aktual ini juga bertujuan untuk semakin mempertajam kepakaran para peneliti BLAJ.
Penulis: Kendi Setiawan
Editor: Musthofa Asrori
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua