3 Santri Ketua PCNU Kota Malang pun Pernah Terjerat NII
NU Online · Rabu, 27 April 2011 | 13:46 WIB
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang KH Marzuki Mustamar mengungkapkan, tiga orang santri yang belajar di Pondok Pesantren Gasek Malang yang dipimpinnya pernah terjerat jaringan Negara Islam Indonesia (NII) pada 1998-1999 lalu. Ketiga santri putri ini bestatus mahasiswa UIN (dulu IAIN) Malang. Butuh waktu lebih dari sebulan untuk menyembuhkan mereka.
Salah seorang santri putri bernama Farida. Ia menangis meminta uang tigaratus ribu rupiah untuk perbaikan komputer. Namun karena sikap Farida tidak wajar, pihak pesantren akhirnya menelusuri aktivitasnya. Ternyata uang itu dipakai sebagai tambahan dana bai’at atau uang jihad setelah masuk NII. Dua bulan berikutnya, seorang santri bernama Wiwin juga terjerat kasus yang sama.
t;
Dari dua orang santrinya ini KH Marzuki Mustamar akhirnya memperoleh banyak informasi mengenai para mahasiswi yang terjerat NII. “Beberapa diantaranya saya datangi ke kos mereka dan saya marahi,” katanya ditemui NU Online di kediamannya Pesantren Gasek, Malang, Rabu (27/4).
Tidak hanya Farida dan Wiwin, satu santri putri lainnya bernama Musthoriqoh juga terjerat NII. Kali ini modusnya tidak hanya melalui dialog dan doktrinasi. Korban terakhir ini mengaku hilang kesadaran setelah meminum teh. Kemudian ini dibawa ke suatu tempat dan diindoktrinasi.
“Para perekrut NII lebih mudah menjerat mahasiswi putri. Modusnya hampir sama. Mereka dibawa ke suatu tempat. Namun para korban juga kena semacam gendam atau guna-guna, jadi mengatasinya juga tidak cukup dengan diajak dialog,” kata Kiai Marzuki.
Ia menambahkan, dirinya pertama kali mengenal NII setelah bertemu dengan seorang mahasiswa bernama Ridwan, mahasiswa IAIN Bandung. Menurut, KH Marzuki, Ridlwan sempat menjadi anggota NII namun ia keluar karena calon mertuanya tidak menghendaki dirinya tyerlibat NII. Ia datang ke Malang sebagai pelarian karena dikejar-kejar dan diancam oleh anggota NII lainnya.
“Dari pengalaman ini saya semakin semangat untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran NU terutama kepada para mahasiswa,” kata KH Marzuki Mustamar yang mengajar di UIN Malang semenjak 1988 ini. (nam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan ModernÂ
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, DPR Akan Panggil BI dan Menkeu
Terkini
Lihat Semua