63 Persen Masyarakat Indonesia Miskin, Sebagian Besar adalah Warga NU
NU Online Ā· Ahad, 18 Mei 2008 | 02:15 WIB
Sebanyak 63 persen masyarakat miskin Indonesia hidup di daerah pedesaan. Sebagian besar dari angka tersebut merupakan warga Nahdlatul Ulama (NU). Pasalnya, sebagian besar warga NU juga hidup dan tinggal di pedesaan.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar NU Endang Turmudzi saat menjadi narasumber pada dialog publik bertajuk āPeran NU dalam Penanggulangan Kemiskinan" di Semarang, Jawa Tengah, belum lama ini.<>
Endang menjelaskan, 2,8 milyar penduduk dunia masuk kategori miskin karena berpendapatan 2 dollar per hari. Di Indonesia sendiri, jumlah penduduk miskin bervariasi. āPada 1998 sebanyak 23,4 persen. Pada 2007 sebanyak 17,4 persen. Harapannya, tahun 2015 angka kemiskininan di Indonesia hanya 7 persen,ā terangnya seperti dilaporkan Kontributor NU Online, Wasdiun.
Pengentasan kemiskinan di kalangan NU, katanya, bisa dilakukan dengan memfasilitasi permodalan bagi warga yang kurang mampu. Selain itu, penting juga diberi pelatihan-pelatihan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dalam berusaha.
āJuga optimalisasi LAZIS (Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh NU). Memperkuat sekolah kejuruaan. Pelatihan pengelasan, peningkatan mutu guru, beasiswa studi, mengembangkan kembali program KB (Keluarga Berencana),ā papar mantan peneliti pada Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia itu
Hal itu penting dilakukan sebagai upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada masyarakat ekonomi lemah. Cara penaganaan kemiskinan, yaitu, adanya program stategis penanggulangan kemiskinan nasional dan daerah
Hal senada diungkapkan Ketua Pengurus Wilayah NU Jateng, Abu Hapsin. Menurutnya, warga NU juga harus membangun semangat bekerja keras dan mengubah pandangan bahwa kemiskinan adalah kejahatan terhadap kemanusian.
Penting juga dilakukan perubahan cara beragama warga NU sehingga dapat membantu menanggulangi kemiskinan. āKiprah nyata yang didasarkan pada agama, sangat mudah diterima dan tidak akan menyimpang dari jalur hukum,ā ungkapnya.
Dialog itu diikuti 175 peserta yang merupakan utusan dari Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, Ikatan Pelajar NU-Ikatan Pelajar Putri NU. (rif)
Terpopuler
1
Khutbah Idul Adha 2026: Menguatkan Solidaritas Melalui Semangat Berbagi
2
Syuriyah PBNU Harapkan Muktamar Ke-35 Digelar di Pesantren dengan Dua Kriteria
3
Khutbah Idul Adha 2026: Gotong Royong dalam Pengelolaan Kurban
4
Rapat Pleno PBNU: Munas dan Konbes Digelar 20-21 Juni 2026, Lokasi Diputuskan Menyusul
5
Khutbah Jumat: Menumbuhkan Empati dan Solidaritas Sosial Melalui KurbanĀ
6
Khutbah Idul Adha 1447 H: Kurban dan Indahnya Berbagi untuk Sesama
Terkini
Lihat Semua