Solo, NU Online
Pasangan yang melangsungkan akad nikah hari ini, dianggap sebagai hari istimewa. Hal itu juga berlaku bagi orang yang melahirkan pada hari yang sama. Sebab, tanggal, bulan dan tahunnya bisa dikatakan angka cantik. Bila digabungkan menjadi 11-11-11.
Namun, menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Solo Zainal Arifin Adnan, pemilihan hari untuk menikah atau melahirkan pada tanggal itu bisa dikatakan syirik (menyekutukan Tuhan), dengan catatan niatnya mencari keberuntungan dan rezeki.<>
"Yang menikah atau melahirkan pada saat itu (11-11-11) bisa disebut musyrik kalau niatnya mencari tuah. Soalnya, urusan  rezeki sudah ada yang mengatur," kata Zainal, Jum'at (11/11).
Pria yang juga menjabat Dekan Fakultas Kedokteran UNS ini mengemukakan, secara agama tidak dibenarkan apabila hari itu dianggap sebagai hari yang keramat. Menurutnya, semua hari membawa berkah.
"Tapi, kalau yang bersangkutan niatnya hanya untuk kreasi hidup, tidak apa-apa. Tidak ada masalah kalau menikah pada saat ini," jelasnya.
Selain itu, mereka yang melahirkan dan menikah pada tanggal 11 bulan 11 tahun 2011, bisa dikatakan tidak musyrik apabila niatnya ingin membuat kenangan tak terlupakan sepanjang masa.
"Memang hari ini, bila dilihat dari tanggal, bulan dan tahunnya mudah diingat. Selagi niatnya untuk membuat kenangan, tidak perlu dipersoalkan," imbuhnya.Menurut Zainal, bagi mereka juga tidak boleh merasa bangga atas capaiannya tersebut.
Sebab, hal itu bisa membawanya ke arah takabur atau sombong. "Bangga boleh, tapi jangan dibanding-bandingkan dengan orang lain. Kalau sudah membandingkan, itu sama halnya takabur," ujarnya.
Redaktur : Syaifullah Amin
Terpopuler
1
Disambut Ketum PBNU, Presiden Prabowo Hadiri Mujahadah Kubro Harlah 100 Tahun NU di Malang
2
Resmi Dikukuhkan, Ini Susunan Pengurus MUI Masa Khidmah 2025-2030
3
1.686 Warga Padasari Tegal Mengungsi, Tanah Bergerak di Tegal Masih Aktif
4
Ratusan Ribu Warga Dikabarkan Bakal Hadiri Mujahadah Kubro 100 Tahun NU di Malang
5
Ansor University Jatim Buka Pendaftaran Ramadhan Academy, Tiga Kelas Intensif Gratis
6
Pemerintah Nonaktifkan 13,5 Juta Peserta PBI JKN, Mensos Gus Ipul: Dialihkan ke Warga Lebih Miskin
Terkini
Lihat Semua