Al-Ma’ruf, TK Islam Berbasis Pendidikan Pesantren Diresmikan
NU Online · Rabu, 19 Maret 2008 | 01:21 WIB
Taman Kanak-Kanak Islam Terpadu (TKIT) Al-Maâruf, Tegalrejo, Magelang, Jawa Tengah, diresmikan Sabtu (15/3). TK berbasis pendidikan pesantren ini diharapkan bisa menjadi wahana membangun keimanan, ketakwaan, dan pengetahuan demi terwujud generasi muda yang kuat.
âHal inilah yang menjadi cita-cita Yayasan Subbanul Wathon. Sehingga bukan hanya TK yang sedang dirintis oleh Yayasan, tapi juga SDIT, SMK IT dan STIA Subbanul Wathon,â kata Ketua Yayasan Subbanul Wathon, KH Muhammad Yusuf Chudlory dalam sambutannya pada acara peresmian tersebut.<>
Acara itu dihadiri Bupati Magelang Singgih Sanyoto, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang Ngaderi Budiono, Ketua Pengelola TKIT-SDIT Al Maâruf KH Noor Machin Chudlory, para undangan wali murid dan tokoh masyarakat. Demikian dilaporkan Kontributor NU Online, Kholilul Rohman Ahmad.
Gus Yusuf memohon bantuan, baik doa maupun material untuk pelaksanaan pendidikan agar pengembangan terus berlanjut.
Ngaderi Budiono mengatakan, selesainya pembangunan gedung TKIT ini diharapkan bisa bermanfaat minimal sebanyak 5 M. âArtinya, gedung ini harus menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan, menguatkan, dan membanggakan,â katanya.
Dikatakan, menyenangkan bagi anak-anak didik agar selalu betah di sekolah. Mengasyikkan dalam arti sebagai tempat yang membuat asyik bermain. Mencerdaskan, yakni menjadi tempat peningkatan kualitas ilmu pengetahuan. Menguatkan, yakni agar cita-cita murid dan harapan orangtua tertancap kuat di sekolah. Dan membanggakan, yaitu guru, wali murid, dan murid selalu bangga dengan sekolahnya.
Selain itu, kata Ngaderi, TKIT Al-Maâruf Tegalrejo merupakan TK Pembina sebagai lembaga percontohan di kecamatan Tegalrejo dan diharapkan menjadi teladan bagi TK-TK lain di wilayah Kabupaten Magelang.
Menurut Gus Machin, perintisan TKIT, SDIT, SMK IT dan STIA merupakan upaya keluarga besar Pondok Pesantren API Tegalrejo memenuhi tuntutan masyarakat dengan menyelenggarakan pendidikan formal.
Selama ini Ponpes API Tegalrejo dikenal sebagai basis pendidikan informal atau salafiyah-nya. Yayasan Subbanul Wathon merintis pendidikan formal sebagai upaya agar generasi pesantren bisa memperoleh bekal ilmu pengetahuan lebih luas, baik formal maupun informal.
âKami ingin, kelak generasi pesantren bisa mewarnai kehidupan di berbagai bidang dan selalu tanggap dengan tuntutan zaman. Selain itu, agar lulusan pesantren tidak lagi dipersoalkan kemampuannya hanya karena tidak punya ijazah formal,â kata Gus Machin.
TKIT Al-Maâruf berdiri pada tahun 2005 semula menempati rumah penduduk selama 2 tahun. Murid-murid dipindah belajar menempati gedung baru yang diresmikan kemarin itu sejak Januari 2008 saat kondisi bangunan belum sempurna. Karena rumah penduduk yang ditempati terlampau sempit untuk menampung murid laki-laki 43 dan perempuan 34 siswa. (rif)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua