Ketua Parlemen Iran Ali Larijani mengatakan, negaranya lebih menyukai calon presiden dari Partai Demokrat, Barack Obama, memenangi pemilu pada 4 November.
"Kami lebih condong untuk menyukai Barack Obama karena ia lebih fleksibel dan rasional meskipun kami tahu kebijakan Amerika tidak akan berubah banyak," kata Larijani pada konferensi pers dalam kunjungan ke Bahrain, Rabu (22/10).<>
Iran dan ancaman nuklirnya telah menjadi salah satu masalah kebijakan luar negeri yang diangkat dalam setiap debat Pemilu AS antara Obama dan saingannya dari Partai Republik, John McCain.
Larijani, seorang tokoh penting dalam pemerintahan konservatif Republik Islam itu, juga mengatakan, AS sangat sibuk menghadapi krisis keuangan global daripada mempertimbangkan melakukan serangan terhadap musuh besarnya.
"Risiko itu rendah sebelumnya," katanya. "Namun, sekarang saya 100 persen pasti bahwa AS tidak akan melancarkan perang terhadap Iran. Krisis ekonomi telah membebani biaya AS 1.400 miliar dollar dan Washington sedang bekerja untuk memecahkan masalah dalam negerinya dan tidak perang."
Washington memutuskan hubungan dengan Iran pada 1980 segera sesudah revolusi Islam di Iran. Presiden AS George W Bush senantiasa mengecam negara itu sebagai bagian dari "poros kejahatan".
Ketegangan telah meningkat karena Iran bersikukuh meneruskan program nuklirnya. Namun, Iran membatah dengan mengatakan nuklirnya hanya untuk industri dan tujuan damai. (ant/nur)
Terpopuler
1
Gus Kikin Kenang Perjuangan Nyai Machfudhoh Aly Ubaid untuk NU
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Kiai Miftach Ingatkan Pentingnya Wirid hingga Akhir Hayat
4
Data Hilal Awal Bulan Jumadal Ula 1448 H
5
Status Gunung Anak Krakatau Siaga, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km
6
Material Pemadam Karhutla dari Brasil Diuji di Sumsel, Diklaim 10 Kali Lebih Efektif
Terkini
Lihat Semua