“Silaturrahmi Nasional,” Pererat Persaudaraan Nahdliyyin
NU Online · Selasa, 8 Januari 2008 | 01:40 WIB
Jakarta, NU Online
Sebuah visi atau cita-cita hanya akan berhasil melalui kerjasama dengan berbagai fihak yang mendukungnnya. Silaturrahmi antar stake holder dapat menyatukan pandangan bersama secara lebih baik akan tujuan yang akan mereka raih.
Demikian pula, PBNU menganggap komunikasi dengan stakeholdernya ini sangat penting sehingga dalam bulan harlah ini diselenggarakan “Silaturrahmi Nasional” yang rencananya akan diadakan pada Sabtu, 2 Februari 2008 di Istana Wakil Presiden.
<>“Kita ingin merekatkan tali silaturrahmi sekaligus juga ingin mengucapkan terima kasih, bahkan juga kita ingin membuka kemungkinan kejasama yang lebih luas, kepada banyak fihak,” kata Sekretaris Panitia Harlah H. Anas Taher di Gd. PBNU, Selasa (8/1).
Para mitra strategis yang terdiri dari ulama, pengusaha, kedutaan besar, pejabat tinggi, lembaga-lembaga non pemerintah, dan lainnya dengan jumlah sekitar 300 orang akan dipertemukan dalam sebuah forum yang tidak terlalu formal untuk lebih menjalin keakraban.
“Siapa tahu dalam pertemuan ini akan terbangun komunikasi yang lebih intensif sehingga terbuka kemungkinan baru untuk melakukan program kemitraan yang memberi manfaat sebanyak-banyaknya kepada warga NU dan kepada ummat,” tandasnya.
Dijelaskannya, forum ini bersifat berkomunikasi dan berbagai yang saling menguntungkan, bukan hanya untuk kepentingan PBNU. “Kita mempertemukan sehingga bagaimana komponen ini saling merakit, merajut membangun sebuah jaringan ke-NU-an yang didasarkan atas saling memberi manfaat,” imbuhnya.
Anas yang juga salah seorang pengurus Ponpes Assidiqiyah Jakarta ini menjelaskan pelaksanaan acara tepat sehari sebelum acara peringatan harlah di Gelora Bung Karno agar para ulama dari berbagai daerah bisa hadir dalam pertemuan ini.
Dijelaskannya, silaturrahmi dengan para mitra strategis ini bukan hanya diselenggarakan ditingkatan nasional, PWNU dan PCNU diharapkan juga menggelar kegiatan yang sama di daerahnya masing-masing untuk tasyakuran dan saling berkomunikasi tentang program kerja. (mkf)
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
5
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
6
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
Terkini
Lihat Semua